Cerita Kepala Bakesbangpol Bojonegoro Sembuh dari Corona: Konsumsi Makanan Bergizi dan Olahraga

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 519 2226842 cerita-kepala-bakesbangpol-bojonegoro-sembuh-dari-corona-konsumsi-makanan-bergizi-dan-olahraga-1ZsLh5UJga.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BOJONEGORO – Pasien positif virus corona (Covid-19) yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus bertambah. Dari 63 orang terkonfirmasi positif corona, 13 di antaranya sembuh.

Salah satu pasien positif corona yang sembuh yakni Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro Mahmudi. Ia menuturkan, selama proses penyembuhan melakukan berbagai aktivitas mulai berjemur, berolahraga, makan makanan bergizi, meminum vitamin, dan tak lupa beribadah.

"Kalau capek pasti lumrah, tapi saya punya keinginan untuk sembuh. Saya olahraga, berjemur, minum vitamin, hingga menambah makan makanan bergizi supaya meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya pada Selasa (9/6/2020).

Meski demikian, perjuangannya sembuh dari virus corona bukanlah hal mudah. Banyaknya kabar tak benar mengenai dirinya di media sosial, terutama WhatsApp bahwa dirinya sampai dibawa ke Surabaya setelah dinyatakan terjangkit corona beredar.

Ilustrasi (Shutterstock)

Alhasil, dirinya pun harus mengklarifikasi isu itu satu per satu supaya tak menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Pria yang juga Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro ini memastikan, meski positif terjangkit corona, dirinya masih sehat dan hanya menjalani karantina di rumah sakit di Bojonegoro karena berstatus orang tanpa gejala (OTG).

"Dampaknya masyarakat resah adanya kabar itu, ya seharusnya masyarakat tidak perlu panik, meskipun tetap waspada," tuturnya.

Mahmudi mengungkapkan terpapar virus corona usai mengikuti rapid test pertama pada 28 April 2020 dengan hasil reaktif. "Setelah rapid test dinyatakan reaktif itu saya menjalani isolasi mandiri," ucapnya.

Terkait pemeriksaan swab test melalui metode PCR ia mengisahkan sampai harus melakukan beberapa kali tes swab. Di tes swab pertama usai dinyatakan reaktif corona itu hasilnya negatif.

Namun, usai menjalani isolasi mandiri di rumah dirinya melakukan tes swab keduanya pada 18 Mei 2020 dan hasilnya positif. Alhasil untuk menjaga keluarganya, ia memilih melakukan karantina di rumah sakit.

"Saya kembali di tes swab pada 26 Mei, hasilnya negatif. Tapi untuk meyakinkan kembali, swab test lagi pada 2 Juni 2020, Alhamdulillah hasilnya negatif dan dinyatakan sehat," tuturnya.

Pasca sembuh, pihaknya meminta kepada pasien-pasien positif corona di Kabupaten Bojonegoro dan daerah lain untuk semangat menjalani pengobatan dan memiliki pemikiran serta keyakinan akan sembuh, mengingat dari pikiran positif tersebut daya tahan tubuh akan kembali pulih dengan sendirinya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat, meski memasuki new normal tetap mewaspadai penyebaran virus corona, tak perlu terlalu panik.

"Masyarakat jangan panik, tapi memang tetap waspada. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Saya minta jangan menganggap remeh Covid-19 serta tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah," tuturnya.

Baca Juga : Gubernur Harap Masyarakat Sulsel Tak Terprovokasi Hoaks Terkait Corona

Sebagai informasi dari data Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro hingga Selasa 9 Juni terdapat 63 pasien positif corona, 13 orang dinyatakan sembuh, dan 11 orang meninggal dunia.

Sementara 23 orang berstatuskan pasien dalam pengawasan (PDP) corona dan 263 orang dalam pemantauan (ODP).

Baca Juga : Hoaks Gubernur & Wagub Sumbar Positif Corona, Ini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini