Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tampil Jadi Jubir Gugus Tugas Covid-19, Ini Harapan DPR kepada Dokter Reisa

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2020 |13:42 WIB
 Tampil Jadi Jubir Gugus Tugas Covid-19, Ini Harapan DPR kepada Dokter Reisa
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepetan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro (foto: Dok Gugus Tugas Covid-19)
A
A
A

JAKARTA - Dalam beberapa hari ini, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro kerap tampil dalam konfrensi pers saat melaporkan data terbaru terkait virus corona.

Mengenai hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai pemerintah memang memerlukan menyusun tim komunikator atau tim komunikasi yang bagus terkait penanganan Covid-19.

"Untuk menyampaikan pesan-pesan bagaimana masyarakat bisa menjaga agar tidak terdampak atau terpapar virus corona," kata Saleh saat dihubungi wartawan, Kamis (11/6/2020).

Namun demikian, lanjut Saleh, tentu tim ini perlu diperkuat dengan konten, dengan isi materi yang disampaikan, supaya masyarakat lebih mudah untuk melaksanakannya.

 

"Ini kan yang kelihatan yang disorot masyarakat itu justru orangnya, sementara yang saya maksud ini selain orangnya tentu juga isi yang disampaikan dalam konferensi pers," tutur Saleh.

Politisi PAN ini menekankan, bila ada beberapa hal yang diperhatikan masyarakat terkait informasi yang diberikan pemerintah. Dari siapa yang menyampaikan hingga bagaimana cara menyampaikannya.

"Orang-orang kalau melihat sesuatu yang disampaikan itu ada beberapa. Pertama, siapa yang menyampaikan. Kedua, apa yang disampaikan. Ketiga, bagaimana cara menyampaikannya," katanya.

"Jadi, ketiga ini penting. Siapa yang menyampaikan, misalnya penampilannya bagus, tapi kalau hanya penampilan bagus, kemudian didukung oleh cara penyampaian yang baik, masyakarat kan belum tentu senang," imbuh dia.

 Dokter Reisa

Lebih lanjut, Saleh menyebut ketiga hal itu harus saling berkaitan dan tidak bisa terpisahkan. Tapi tentu harus dikaitkan dengan siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, kemudian bagaimana cara menyampaikan.

"Kalau misalkan yang menyampaikan itu orangnya bagus, pintar, menarik, ya tentu orang akan mendengar, orang akan ingat, kemudian cara menyampaikannya santun bagus atau diksi-diksi yang baik, orang juga akan dengar," tandas Saleh.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement