“Itu kan sudah running dan kita semua tidak tahu kesepakatan-kesepakatan itu. Harusnya banyak hal yang perlu didiskusikan, terutama soal konten-konten yang ada di dalamnya,” ucapnya.
“Pertanyaan publik, kenapa harus dengan Netflix? Padahal banyak provider lokal bahkan berbasis komunitas-komunitas yang sangat beragam yang bisa digandeng, terutama dalam situasi pandemi ini kita harus saling menguatkan dan memberdayakan,” tuturnya.
Ubaid mendesak Kemendikbud menghentikan kerjasama dengan Netflix. Sebaliknya, program itu segera diberikan kepada komunitas perfilman lokal.
“Harus dihentikan dan dialihkan ke penyedia lokal dan berbasis pada komunitas,” katanya.