Kasus Penularan Covid-19 ke Anak-Anak di Sumut Tinggi

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 19 Juni 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 608 2232807 kasus-penularan-covid-19-ke-anak-anak-di-sumut-tinggi-obzb8KTIT0.jpg Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah (Ist)

MEDAN – Jumlah pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Sumatera Utara, terus bertambah. Hingga hari ini, jumlah pasien positif covid-19 di Sumut telah mencapai 993 orang.

“Hari ini ada penambahan 23 pasien baru. Sehingga totalnya pasien positif covid-19 di Sumut telah mencapai 993 orang,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah.

“Sebanyak 67 orang diantaranya telah meninggal dunia. Sementara yang berhasil sembuh telah mencapai 223 orang,” tambahnya.

Aris mengungkapkan, dari total 993 orang pasien positif itu, sebanyak 3,6 persen diantaranya merupakan anak-anak.

“Tingkat penularan pada anak di Indonesia juga cukup tinggi. Di Sumatera Utara (Sumut) saja misalnya, kasus anak yang terpapar Covid-19 mencapai 3,6 % dari total kasus yang ada,” ungkap Aris.

Untuk menghindari penularan covid-19 pada anak-anak, sambung Aris, diperlukan peran aktif para orang tua. Antara lain, orang tua harus mencontohkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan pada anak.

“Orang tua harus menyontohkan pola hidup bersih dan sehat agar anak mau melakukan hal yang sama,” kata Aris.

Aris melanjutkan, anak-anak tetap dapat beraktivitas di luar ruangan, namun harus tetap memerhatikan protokol kesehatan. Di antaranya menyuci tangan dengan sabun, menggunakan masker di tempat umum dan menjaga kebugaran tubuh.

Di awal masa pandemi, kata Aris, anak-anak sempat disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terkena Covid-19. Awal Maret 2020 lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika menyatakan gejala Covid-19 pada anak-anak tidak fatal.

Namun, belakangan lembaga tersebut merevisi pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa gejala anak yang terinfeksi covid-19 mirip dengan kondisi multisystem inflamatory syndrome in children (MIS-C). Yaitu kondisi ketika ada bagian tubuh anak yang meradang, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata hingga organ pencernaan.

“Lembaga tersebut menyatakan tanda-tanda infeksi Covid-19 pada anak tersebut adalah demam, sakit perut hingga diare, muntah, sakit leher, muncul ruam dan mata merah serta merasa sangat lelah,” paparnya.

Dalam kasus yang parah, anak-anak yang terserang Covid-19 juga dapat memperlihatkan tanda sesak napas, sakit perut parah dan bibir serta wajah kebiruan. Aris mengatakan jika muncul tanda-tanda ini, segera bawa anak ke rumah sakit. Sebagian besar anak bisa sembuh dengan pengobatan medis bila gejalanya ditemukan sejak dini.

Selain itu, Aris juga mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan tubuhnya dengan berolahraga. Menjaga daya tahan tubuh adalah salah satu cara untuk melawan Covid-19. Namun dia mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan saat berolahraga.

“Pastikan unsur keamanan dari Covid-19. Kalau kita merasa olahraga di luar ruangan tidak aman karena banyak kerumunan orang atau wilayah kita sedang merebak wabah penyakit, sebaiknya tetap berolahraga di rumah saja. Banyak opsi yang kita pilih untuk berolahraga di dalam rumah, misalnya dengan gerakan tanpa alat seperti senam, yoga dan lain-lain,” tandasnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini