Puluhan Tahun Penuh Sampah, Sungai Dekat Permukiman Padat di Pasuruan Dikeruk

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 25 Juni 2020 22:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 519 2236539 puluhan-tahun-penuh-sampah-sungai-dekat-permukiman-padat-di-pasuruan-dikeruk-KKWuk5mg1v.jpeg Sungai penuh sampah dikeruk. (Foto : Joko Samudra)

PASURUAN – Sungai yang dipenuhi sampah yang berada di dekat permukiman padat penduduk di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) dikeruk, pada Kamis (25/6/2020). Alat berat diturunkan untuk mengeruk sampah tersebut. Warga setempat mengaku senang karena sampah yang menimbulkan bau busuk sudah hilang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah warga Desa Lekok, Kecamatan Lekok, mendatangi proses pengerukan sungai yang dipenuhi sampah. Pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 300 meter. Sebuah eksavator dan tiga truk terlihat sibuk membereskan sampah-sampah di sana.

Pengerukan diawali dari sisi utara, berdekatan dengan muara laut pantai utara. selanjutnya alat berat digeser ke sisi selatan, tepatnya di balai desa Tambak Lekok. Hasilnya, petugas banyak menjumpai sampah plastik, kertas, kayu dan pempers serta kain bekas.

Selain itu, sejumlah peralatan rumah tangga juga terlihat saat pembersihan itu. Parahnya lagi, sampah-sampah tersebut bercampur dengan kotoran sapi yang dibuang sembarangan warga.

Menurut Kepala Desa Tambak Lekok, Muhammad Ali, pengerukan ini baru pertama kali dilakukan selama puluhan tahun. "Kami tentu senang. Meski baunya menyengat, tapi akhirnya sungai bersih dari sampah dan tidak menimbulkan bau lagi," tutur Muhammad Ali, mengutip Sindonews.

Baca Juga : 15.985 Karyawan di Serang Di-PHK Selama Pandemi Covid-19

Diduga, sampah-sampah tersebut berasal dari desa-desa di sekitarnya. Seperti Desa Jatirejo, Branang, Tumpang, Balonganyar, dan Tambak Lekok. Di desa-desa tersebut tidak memiliki tempat sampah bersama.

Camat Lekok, Fauzan, mengatakan, pengerukan sungai ini dilakukan sekitar satu minggu dan sampahnya dibuang ke tempat yang jauh lebih aman. Pihaknya mengharapkan warga tidak membuang sampah di sungai lagi. "Dalam waktu dekat akan dibangun tempat sampah," ujarnya.

Baca Juga : Usai Terombang-Ambing di Laut, 94 Pengungsi Rohingya Dibawa ke Daratan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini