Dokter Positif Covid-19, Layanan Kesehatan di Kupang Dihentikan

Adi Rianghepat, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 340 2242670 dokter-positif-covid-19-layanan-kesehatan-di-kupang-dihentikan-7qFeg2FXFW.jpg Ilustrasi rapid tes corona (foto: Okezone)

KUPANG - Seorang dokter di puskesmas Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) positif Covid-19. Alhasil, puskesmas itupun harus menghentikan layanan kesehatan untuk masyarakat.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih mengatakan, penutupan pelayanan di puskesmas untuk memastikan tak akan terjadi pesebaran virus kepada paramedis dan juga masyarakat lainnya.

"Pelayanan puskesmas ditutup hingga dilakukan pemeriksaan kepada seluruh paramedisnya," kata Sri Wahyuningsing, Selasa (7/7/2020).

Menurut Sri, dampak dari terkonfimasinya satu dokter positif, seluruh paramedis di puskesmas wajib dilakukan tes swab, termasuk keluarga dokter tersebut juga dilakukan tes swab.

Gugus tugas saat ini sedang melakukan penelusuran riwayat kontak dokter tersebut untuk memutus rantai penyebaran virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok tersebut.

"Sedang dilakukan tracking untuk melihat riwayat kasus. Karena beliau berangkat tanggal 26 Juni dan pulang tanggal 3 Juli jadi masih kurang dari 14 hari. Bisa saja beliau dapat saat pelayanan pasien atau juga saat perjalanan," kata Sri kepada Okezone, Selasa (7/7/2020)

Sri mengatakan, dokter yang bertugas di Puskesmas Pasirpanjang tersebut sebelumnya melakukan perjalanan keluar daerah. Dia diketahui positif saat melakukan tes swab di Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Hasil positif baru diketahui saat mendarat di Bandara El Tari Kupang. Paham protokol kesehatan, dokter tersebut lalu meminta untuk diisolasi. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi dan proses penanganan medis di salah satu rumah sakit Kota Kupang.

Sementara itu data kasus Covid-19 di Kota Kupang hingga Senin, 6 Juli 2020, pukul 18.00 Wita, yaitu positif 36 orang, masih dirawat sebanyak 3 orang, yang sembuh 32 orang dan pasien meninggal 1 orang.

Sementara pelaku perjalanan sebanyak 9.161 orang (naik sebanyak 374 orang); dalam pantauan 712 orang (naik 19 orang).

Orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 307 orang (penambahan 1 orang); selesai pemantauan 306 orang (bertambah 3 orang); masih dipantau 1 orang (berkurang 2 orang).

Sedangkan pasien dengan pengawasan (PDP) berjumlah 64 orang (ada penambahan 1 orang); yang dirawat 13 orang; PDP sembuh sebanyak 46 orang, sementara PDP meninggal sebanyak 5 orang.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini