SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengungkapkan kronologi kakaknya yaitu Majid Kamil (Gus Kamil) meninggal dunia akibat Covid-19. Penularan itu disebut bukan berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Al Anwar Rembang.
"Kronologinya kalau kita kaitkan dengan kegiatan di pondok pesantren, pondok pesantren itu masuk sudah sejak tanggal 2 Juni, artinya sudah ada space satu bulan, 20 hari," kata Taj Yasin kepada awak media.
Menurut politikus PPP itu, kakaknya diduga terpapar Covid-19 dari luar lingkungan pondok. Sebab sebagai Ketua DPRD Rembang Gus Kamil banyak berinteraksi dengan masyarakat maupun pejabat pemerintahan.
"20 hari lebih artinya ada sekitar 1 bulan ya (Gus Kamil tak ada gejala Covid-19), karena Gus Kamil itu tanggal 2 (Juli) itu beliau sakit. Artinya sudah satu bulan penuh tidak ada gejala dan lain sebagainya di lingkungan pondok pesantren," jelasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Rembang Gus Kamil Meninggal Dunia, 44 Anggota Dewan Tes Covid-19
Terlebih, angka kasus Covid-19 di Rembang cenderung meningkat sehingga potensi penularan akan semakin besar.
"Kita tahu bahwa di Rembang ini, saat ini kan pandemi Covid-19 peningkatan kurvanya tinggi dan di daerah Sarang sendiri sudah dimasukkan ke zona merah, apalagi ada yang sudah meninggal dan sebagainya," ucap Gus Yasin.
Sekadar diketahui, Majid Kamil (Gus Kamil) juga menjadi salah satu pengasuh di Pesantren Al Anwar sehingga sering berkunjung ke sana. Selain itu lokasi rumahnya pun berdekatan dengan lingkungan pesantren.
Baca Juga: Ini Penjelasan Dokter Soal Meninggalnya Gus Kamil Putra Mbah Moen
Gus Kamil meninggal dunia pada Minggu 12 Juli malam di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Ia sempat mendapatkan perawatan medis sejak 6 Juli dan menjadi pasien dalam perawatan (PDP) Covid-19.(abp)
(Fetra Hariandja)