Ini Penjelasan Dokter Soal Meninggalnya Gus Kamil Putra Mbah Moen

Agregasi Sindonews.com, · Senin 13 Juli 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 512 2245616 ini-penjelasan-dokter-soal-meninggalnya-gus-kamil-putra-mbah-moen-XYjRVuwWf0.jpg Gus Kamil meninggal dunia. Foto: Sindonews

REMBANG – Pandemi virus corona (Covid-19) belum sepenuhnya tuntas tertangani. Korban meninggal dunia terus meninggal karena penyakit tersebut.

Di antara korban, sebagian merupakan tokoh penting. Contohnya Ketua DPRD Rembang Majid Kamil MZ meninggal dunia dan ia dinyatakan positif corona (Covid-19), Minggu 12 Juli 2020 sekira pukul 19.50 WIB.

.

Untuk diketahui Majid Kamil (Gus Kamil) merupakan putra almarhum ulama kharismatik Maimoen Zubair (Mbah Moen).

Pria berusia 49 tahun yang biasa dipanggil Gus Kamil ini menghembuskan nafas terakhir, saat menjalani perawatan di ruang isolasi pasien virus corona (Covid-19) di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Ia dirawat intensif sejak 6 Juli 2020, karena keluhan sesak nafas.

Baca Juga:  Jenazah Gus Kamil Langsung Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 

Dokter spesialis paru RSUD dr. R. Soetrasno Rembang yang menangani pasien, dr. Mulyadi Subarjo menjelaskan ketika dirawat Gus Kamil mendapatkan alat bantu pernafasan. Kondisinya semakin menurun mulai pukul 13.00 WIB, Minggu siang, hingga akhirnya pada Minggu malam meninggal dunia.

"Saat beliau masuk kali pertama, mengalami sesak nafas berat, kami langsung lakukan penanganan lanjutan. Sempat kami bantu pakai ventilator, untuk mengatasi infeksi pada paru. Namun kondisi beliau terus menurun," ujarnya sebagaimana dikutip dari Sindonews.

dr. Mulyadi menambahkan pihaknya melakukan tes swab 2 kali dan hasilnya positif Covid-19. Namun pasien juga mempunyai riwayat penyakit penyerta.

Baca Juga: Ketua DPRD Rembang Gus Kamil Putra Mbah Moen Wafat 

"Keluhan yang paling dirasakan adalah sesak nafas. Kalau penyakit penyerta memang ada," kata dr. Mulyadi.

Dokter asli warga Desa Kabongan Kidul, Rembang, ini mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Mulai cuci tangan, pakai masker dan tetap jaga jarak satu sama lain.

Selain itu, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Rembang membuat regulasi aturan yang dijalankan secara disiplin oleh masyarakat, guna membantu menekan penyebaran Covid-19.

"Selain protokol kesehatan, mohon pemerintah membuat regulasi yang benar-benar diterapkan secara disiplin. Biar bisa membantu kami di garda terdepan mengurangi angka penyebaran Covid-19 ini. Tentu kami nggak boleh menyerah, tapi kami juga memiliki keterbatasan," imbuhnya.

Sebelumnya dikabarkan puluhan orang santri tampak ikut mengiringi kepergian putera Almarhum Kiai Maimoen Zubair itu dari halaman rumah sakit.

Usai disalati, peti jenazah dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Sekira pukul 23.25 Wib, mobil ambulans bergerak menuju lokasi pemakaman di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini