Selain Membolehkan Tak Haji, Aliran "Agama Muslim" Ibadah Setiap Sabtu

Rus Akbar, Okezone · Senin 27 Juli 2020 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 340 2252456 selain-membolehkan-tak-haji-aliran-agama-muslim-ibadah-setiap-sabtu-acdrhuOc46.jpg ilustrasi

SOLOK - Aliran Agama Muslim yang sempat dianut oleh kelompok di Nagari Sumani, Kecamatan Koto X Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ternyata melakukan pengajian dan ibadah setiap hari Sabtu di salah satu rumah warga yang berinisial MS.

Wali Nagari Sumani, Masri Bakar mengatakan setiap Sabtu mereka berkumpul sekitar 20 sampai 30 orang. Rata-rata mereka berasal dari luar Sumani dan didatangkan guru dari Kota Padang.

“Dari hasil pantauan kita, pengikut Agama Muslim di Sumani hanya MS. Kemudian berkembang ke Nagari Koto Sani karena istri MS berasal dari Koto Sani. Tapi di nagari lain kabarnya cukup berkembang seperti di Koto Sani. Karena istri MS berasal dari Koto Sani," ungkapnya, Minggu (26/7/2020)

Setelah sempat membuat heboh soal agama ini kata Masri akhirnya melakukan dialog yang dimediasi Polsek Singkarak dan pemerintahan nagari. “Hasil dialog tersebut keputusannya, seluruh aktivitas kelompok Agama Muslim di Sumani dihentikan dan pengikutnya menyetujuinya dan sudah berakhir pada April 2020,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Penjelasan MUI Soal Aliran 'Agama Muslim' di Kabupaten Solok

Masri meminta untuk tidak tidak ada stigma terhadap daerahnya. Menurutnya, stigma bisa berdampak kepada psikologis masyarakat setempat. "Harapan saya, masyarakat jangan resah dan memberi stigma kepada nagari kami. Perkumpulan dan aktivitas mereka sudah dihentikan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui bahwa ‘Agama Muslim’ tersebut tidak mengakui tuhannya itu Allah SWT kemudian nabi yang dipercayai itu adalah Ibrahim bukan Nabi Muhammad SAW dan tidak diwajibkan naik haji bisa diwakilkan dengan guru dan tidak perlu salat dan berpuasa.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini