Angka Kematian Tinggi, Satgas Sebut Ada Pasien Covid-19 Menolak Dibawa ke RS

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 11 September 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 519 2276464 angka-kematian-tinggi-satgas-sebut-ada-pasien-covid-19-menolak-dibawa-ke-rs-QJlVZysEAS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KOTA MALANG - Satgas Penanganan Covid-19 menyebut tingginya presentase angka kematian pasien disebabkan beberapa faktor. Salah satu faktor yakni keterlambatan pasien Covid-19 untuk dirawat ke rumah sakit rujukan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan, banyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia telah dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit.

"Mendapatkan layanan atau datang ke layanan sudah dalam taraf berat atau boleh dikatakan terlambat," ujar Husnul saat dikonfirmasi okezone, Jumat petang (11/9/2020).

Baca Juga:  Viral Klaster Covid-19 Rumah Makan, Begini Penjelasan Dinkes Kota Semarang 

Husnul menyebut ada beberapa faktor pribadi si pasien justru yang menyebabkan keterlambatan pasien tiba di rumah sakit. Beberapa faktor lain di antaranya keluarga, yang menunda - nunda untuk merujuknya ke rumah sakit dan permasalahan perekonomian.

"Keterlambatan, satu bisa dari yang bersangkutan, belum punya keinginan, belum punya kemauan untuk cepat - cepat mendapatkan layanan di rumah sakit, kedua dari faktor keluarga, masih ada beberapa tawaran - tawaran, ataupun apa ya penundaan - penundaan, tidak segera dibawa ke rumah sakit," terang Husnul.

"Ketiga mungkin dari faktor ekonomi, sehingga masuk ke rumah sakit harus meninggalkan kegiatan, meninggalkan pekerjaan, sementara untuk penghasilan berkurang itu juga bisa menjadi faktor," imbuhnya.

Faktor lain yang disebut Husnul, bisa memicu kematian pasien Covid-19 yakni karena keterlambatan transportasi. Namun, Husnul memastikan, persoalan transportasi tersebut tidak akan terjadi di Kota Malang.

"Jadi, tidak terlambat karena transportasi. Kalau di Malang, tidak mungkin, bisa daerah lain yang jauh dari layanan kesehatan," tutupnya.

Baca Juga:  Rapid Test Usai Lockdown, 10 Pegawai PN Denpasar Reaktif Covid-19

Di Kota Malang sendiri hingga Jumat malam terdapat 1.568 pasien positif Covid-19, 140 orang meninggal dunia, 1.032 pasien sembuh, dan 396 dalam perawatan atau pemantauan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini