Tolong Jaga Protokol Kesehatan Covid-19, Fasilitas & Tenaga Medis Terbatas

Asep Juhariyono, iNews · Kamis 17 September 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 525 2279586 tolong-jaga-protokol-kesehatan-covid-19-fasilitas-tenaga-medis-terbatas-JxMsKtP0ZS.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TASIKMALAYA - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, tidak bosan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat agar mengetahui, bahwa pihak pemerintah memiliki kemampuan tenaga medis, dan fasilitas kesehatan, yang sangat terbatas untuk memerangi Covid-19.

Terlebih saat ini, wilayah Tasikmalaya mulai dilanda pandemi corona gelombang kedua setelah wilayah Jakarta dan Bandung yang sudah ditetapkan sebagai zona merah.

"Mulai saat ini saya akan terus berusaha dan tidak bosan mengingatkan kepada masyarakat bahwa kemampuan tenaga medis, dan fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah sangat terbatas. Jadi, jangan sampai masyarakat terlena karena bisa saja jika nanti semakin banyak pasien, maka penanganannya akan kurang maksimal. Patuhi lah selalu protokol kesehatan oleh diri sendiri dan nantinya pengetatan akan dilakukan oleh kami," jelas Budi, kepada wartawan di Bale Kota, Kamis (17/9/2020).

Korban Covid-19

Budi juga menjelaskan, bahwa gedung baru untuk ruang inap yang baru diresmikan di RSUD Soekardjo, dalam sehari sudah terisi sampai 10 kamar dari 40 kamar yang disiapkan. Hal ini, membuat pemerintah merasa khawatir kalau masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan, karena akan berdampak pada terus bertambahnya pasien Covid-19.

"Gedung baru yang khusus disediakan untuk pasien Covid-19 yang hari minggu kemarin diresmikan saja, dalam sehari sudah terisi 10 kamar dari 40 kamar yang tersedia. Termasuk tenaga medis dan obat-obatan yang selama ini tersedia," ujar Budi.

Meski menurut data terbaru dari Gugus Tugas Jawa Barat, daerahnya masih berstatus zona kuning, namun jika sampai lonjakan kasus terkonfirmasi corona di Kota Tasikmalaya terus bertambah, maka tidak menutup kemungkinan akan cepat berubah menjadi zona oranye, atau bahkan merah.

"Jangan sampai lonjakan kasusnya melebihi kemampuan kita. Kalau itu terjadi akan bahaya. Kita sudah sampaikan juga bahwa acara atau even yang mengundang massa tidak akan diberikan izin," kata dia.

Selama ini pun, Budi juga telah memerintahkan kepada semua masyarakat untuk tak pergi ke zona merah seperti Jakarta dan Bandung. Termasuk bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya dilarang untuk melakukan kegiatan atau tugas ke wilayah zona merah tersebut.

"Saat ini bukan hanya PNS saja yang dilarang, tapi seluruh masyarakat juga jangan bepergian ke zona merah, yakni Jakarta dan Bandung," ujarnya.

Sementara itu sampai hari Kamis (17/9/2020), berdasarkan data yang berhasil dihimpun secara akumulatif terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kota Tasikmalaya saat ini berjumlah 69 kasus, 16 simptomatik, 7 sembuh, 5 karantina dan 4 meninggal dunia. Sedangkan sisanya 53 Asimptomatik, 40 sembuh, 13 karantina dan 0 meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini