Gara-Gara Arisan RT, 16 Warga Kulonprogo Positif Covid-19

Kuntadi, Koran SI · Senin 21 September 2020 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 510 2281425 gara-gara-arisan-rt-16-warga-kulonprogo-positif-covid-19-a1noN8joKH.jpg Foto: Shutterstock

KULONPROGO – Sebanyak 16 warga RT 11 Pedukuhan Tlogolelo, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo positif Covid-19. Kini wilayah tersebut diisolasi agar tidak menularkan kepada warga yang lain.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, awalnya ada satu kasus positif di Tlogolelo, yakni KP-93 laki-laki 64 tahun. Dinas Kesehatan menindaklanjuti dengan melakukan tracing kepada anggota keluarganya dan ditemukan tiga yang positif. Dari penelusuran kontak erat kembali ditemukan tiga kerabatnya, sehingga total ada tujuh kasus yang masih berhubungan keluarga.

Sebelum diketahui positif Covid-19, KP-93 ini pernah mengikuti arisan tingkat RT. Mereka yang hadir dalam pertemuan, dilakukan tes swab dan ditemukan sembilan orang lagi. Kini mereka yang dinyatakan positif wajib menjalani isolasi mandiri.

“Total ada 16, tujuh dari keluarga KP-93 dan sembilan dari tetangga saat arisan RT,” kata Fajar yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo ini.

Saat ini Dinas Kesehatan Kulonprogo terus melakukan tracing atas kasus positif ini. Mereka yang melakukan kontak erat wajib menjalani rapid test. Jika hasilnya reaktif akan ditindaklanjuti dengan tes swab.

Atas kondisi ini, warga melakukan isolasi secara mandiri. Wilayah inipun tertutup dan tidak boleh dikunjungi dari luar. Kebutuhan logistik penderita ditanggung warga secara bergotongroyong.

“Warga di sana sangat kooperatif, saya apresiasi itu,” kata Fajar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan, telah melakukan tracing di pasar tradisional. Setidaknya ada ratusan pedagang di Pasar Pripih, Kokap dan Pasar Glaeng yang mengikuti rapid test. Ini dilakukan karena KP 93 dan KP-101 sempat melakukan interaksi di pasar itu.

Di Pasar Pripih, dari 177 orang yang pernah melakukan kontak, ada ada sembilan yang reaktif. Sedangkan di Pasar Glaeng, dari 188 kontak erat ada tiga yang reaktif.

“Yang reaktif ini wajib untuk mengikuti tes swab,” katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini