Pidato di PBB, Raja Salman Tak Beri Sinyal Perdamaian Saudi-Israel

Agregasi VOA, · Kamis 24 September 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 18 2283090 pidato-di-pbb-raja-salman-tak-beri-sinyal-perdamaian-saudi-israel-ENgqyqaK0r.jpg Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. (Foto: Anadolu)

NEW YORK - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz menyatakan dukungan bagi perdamaian Timur Tengah pada Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-75 PBB pada Rabu (23/9/2020). Namun, dia tidak mengisyaratkan kemungkinan Arab Saudi akan mengkuti Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pekan lalu, setelah penandatanganan perjanjian yang dikenal sebagai 'Abraham Accord' itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Arab Saudi akan menyusul melakukan normalisasi "pada waktu yang tepat".

BACA JUGA: UEA dan Bahrain Resmi Akui Israel, Trump: 6 Negara Lain Segera Menyusul

Namun dalam pidatonya di PBB, Raja Salman menegaskan sikap tradisional Kerajaan dalam mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka.

Raja Salman juga menyatakan dukungan bagi prakarsa Perdamaian Arab 2002, yang menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel dengan imbalan pembentukan negara Palestina.

Mengenai Iran, Raja Salman mengatakan pemerintahnya pernah mengajak negara itu berdamai, tetapi "tidak berhasil." Kedua kekuatan regional itu telah berperang dalam perang proksi di Yaman sejak 2015. Salman mengatakan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman telah meluncurkan lebih dari 300 rudal balistik dan lebih dari 400 pesawat nirawak bersenjata ke wilayah Saudi sejak awal konflik.

BACA JUGA: Arab Saudi Tegaskan Komitmen Dukung Negara Palestina Merdeka

Ia juga mengkritik Iran karena mengeksploitasi kesepakatan nuklir 2015 untuk mendorong "proyek ekspansionis" di wilayah itu. Banyak pihak meyakini bahwa kekhawatiran bersama terhadap Iran akan bisa membuat Arab Saudi dan Israel menormalisasi hubungannya.

Sementara itu Juru Bicara Misi Iran di PBB Alireza Miryousefi menolak apa yang disebutnya "tuduhan tak berdasar" dari Raja Salman.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini