Katedral Bersejarah Nagorno-Karabagh Hancur Dihantam Artileri

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 18 2291006 katedral-bersejarah-nagorno-karabagh-hancur-dihantam-artileri-armenia-salahkan-azerbaijan-ui52fGn4wk.jpg Foto: Twitter.

YEREVAN - Armenia menuding Azerbaijan menghancurkan sebuah katedral bersejarah di Nagorno-Karabagh di tengah pertempuran di wilayah kantong yang disengketakan itu.

Foto-foto menunjukkan kerusakan pada interior Katedral Ghazanchetsots (Juru Selamat Suci) di Kota Shusha, Nagorno-Karabagh. Katedral yang merupakan situs ikonik untuk Gereja Apostolik Armenia itu mengalami kerusakan yang serius.

BACA JUGA: Pertempuran Kembali Pecah di Nagorno-Karabagh, Armenia Tembak Jatuh Helikopter Azerbaijan

Sebagian atap katedral ambruk, puing-puing berserakan di lantai, bangku-bangku roboh dan interiornya tertutup debu dari bagian-bagian dinding batu kapur bangunan yang terkena benturan.

"Tidak ada militer, tidak ada yang strategis di sini, bagaimana Anda dapat menargetkan gereja? Itu adalah katedral yang sangat penting bagi orang-orang Armenia. Tuhan akan menjadi hakimnya," kata Simeon, seorang penduduk setempat kepada kantor berita AFP.

Juru bicara kementerian pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan pada Kamis (8/10/2020) menuduh pihak Azerbaijan menargetkan katedral. Pada hari yang sama Armenia mengumumkan telah memecat kepala Dinas Keamanan Nasionalnya tanpa memberikan alasan.

Sementara itu Azerbaijan mengatakan bahwa Ganja, kota terbesar kedua di Nagorno-Karabagh telah dihancurkan oleh pasukan Armenia, menewaskan setidaknya satu warga sipil.

Lebih dari 300 orang tewas dan ribuan mengungsi sejak pertempuran terbaru meletus di Nagorno-Karabagh pada 27 September.

Pemantau internasional dari Amerika Serikat (AS), Rusia dan Prancis telah memulai upaya untuk mencoba dan mengakhiri kekerasan.

BACA JUGA: Rusia, Prancis dan AS Serukan Gencatan Senjata Azerbaijan-Armenia

Mereka akan bertemu dengan menteri luar negeri Azerbaijan di Jenewa pada Kamis, sementara menteri luar negeri Armenia akan bertemu dengan mitranya dari Rusia di Moskow pada Senin (12/10/2020).

Iran, yang berbatasan dengan Armenia dan Azerbaijan, pada Rabu (7/10/2020) memperingatkan bahwa pertempuran itu berpotensi menjadi "perang regional".

"Perdamaian adalah dasar dari pekerjaan kami dan kami berharap dapat memulihkan stabilitas kawasan dengan cara damai," kata Presiden Rouhani.

Tetapi Rouhani mengatakan bahwa “tidak dapat diterima” peluru dan rudal nyasar dari konflik itu untuk mendarat di wilayah Iran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini