Ganjar Prioritaskan Tenaga Kesehatan dan TNI-Polri untuk Vaksinasi Covid-19

Taufik Budi, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 512 2296721 ganjar-prioritaskan-tenaga-kesehatan-dan-tni-polri-untuk-vaksinasi-covid-19-x8p1PcZR9O.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto : Dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG – Pemerintah berencana mulai melakukan vaksinasi pada November 2020. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal memprioritaskan penerima vaksin adalah tenaga kesehatan dan petugas lapangan.

"Kita sudah dilatih kemarin untuk menyiapkan ini. Besok ini, alokasinya kita belum banyak, tahap pertama itu belum sampai ribuan, masih sekitar ratusan. Beberapa sampel yang didapat itu, akan kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (20/10/2020).

Meski bulan depan Jateng baru mendapat kuota vaksin sedikit, pada tahap kedua akan mendapat dalam jumlah cukup besar.

"Tahap berikutnya baru agak banyak, mungkin bisa jutaan. Kalau tidak salah sekitar 2,5 juta vaksin. Kalau bulan depan sudah dimulai, ya mungkin November sampai Desember tahun ini," ujarnya.

Selain tenaga kesehatan, dia akan memprioritaskan vaksinasi kepada petugas lapangan seperti TNI/Polri dan Satpol PP. Sebab, mereka dianggap memiliki risiko tinggi karena setiap hari bertugas ke lapangan.

"Atau juga pada masyarakat yang tiap hari menjalankan kegiatan di tempat terbuka. Misalnya pasar, angkutan, dan lainnya. Saya kira, mereka perlu mendapat prioritas," katanya.

Dia menegaskan, pemerintah sedang berusaha sekuat tenaga dalam rangka program vaksinasi ini. Pemerintah telah mencari beberapa sumber vaksin dari berbagai negara dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan.

"Syukur akan muncul dari dalam negeri sehingga bisa memenuhi. Mungkin vaksinnya itu tidak hanya satu, tapi beragam tergantung kapasitas dan kemampuan. Saya kira pemerintah sudah memikirkan jumlahnya itu," tuturnya.

Meski program vaksinasi segera dilakukan pemerintah, dia tetap meminta masyarakat menjaga protokol kesehatan yang ketat. Menghindari kerumunan, tertib memakai masker, dan rajin cuci tangan pakai sabun adalah kewajiban yang harus dilakukan.

Baca Juga : Berita Baik, Wapres Ma'ruf Sebut Vaksin Covid Masuk Uji Klinis Tahap Akhir

"Tidak bisa tidak, itu wajib. Kalau itu dilakukan, maka kita bisa beradaptasi. Masyarakat tetap boleh bekerja, keluar rumah tapi harus menerapkan protokol kesehatan itu. Kalau itu dilakukan, maka cara itu yang bisa mengamankan diri," katanya.

Baca Juga : Tagihan Perawatan Covid-19 di RS Swasta Bekasi Capai Rp147 Miliar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini