Pemkot Malang Segera Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 519 2296654 pemkot-malang-segera-gelar-pembelajaran-tatap-muka-lDUIEg1GSk.jpg Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto : Okezone/Avirista Midaada)

KOTA MALANG – Keluarnya Kota Malang dari zona merah penyebaran Covid-19 dan angka kesembuhan yang meningkat membuat Pemkot berencana membuka pembelajaran tatap muka.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, telah banyak permintaan dari orangtua dan murid untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

"Sebenarnya sudah banyak permintaan dari orangtua dan murid masalah pembukaan sekolah. Mayoritas lebih dari 70 persen mereka menghendaki masuk," ujar Sutiaji saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (20/10/2020) siang.

Terkait kapannya pembelajaran tatap muka, pria asal Lamongan ini berharap bisa secepatnya tanpa harus menunggu Kota Malang memasuki zona hijau.

"Maka pembukaan sekolah tidak harus zona hijau jadi ketika di masyarakat saling mengerti. Patuh berkaitan masalah ini tidak menutup kemungkinan segera kami buka tatap muka. Tidak pakai virtual lagi," tuturnya.

Namun, Sutiaji memastikan sekolah tetap tak bisa melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka sebagaimana biasanya. Hal itu mengingat sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, harus mengutamakan jaga jarak dan membatasi kapasitas.

"Tapi, tetap masih kita bagi. Jadi tidak 100 persen yang tatap muka, jadi 50:50 atau 60:40 persen," tuturnya.

Ia juga memastikan sejumlah sekolah di Kota Malang siap melakukan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Insya Allah sudah siap terutama yang kemarin kita kan ngambil. Jadi beberapa bulan lalu, sudah kita siapkan tadi basic-nya adalah tadi jajak pendapat tadi," katanya.

Meski demikian, Sutiaji menegaskan, bila ada pelajar dari luar Kota Malang maka harus melampirkan surat keterangan sehat dan diantar pihak keluarga.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Corona 87%, Wali Kota Malang Optimis Masuk Zona Kuning

"Tidak boleh, harus diantar. Enggak pakai (surat keterangan rapid test-red), harus pakai surat kesehatan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini