Kematian Akibat Covid-19 di AS Tembus Angka 250.000

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 November 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312169 kematian-akibat-covid-19-di-as-tembus-angka-250-000-BUr2weR6hE.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON DC - Jumlah kematian Covid-19 di Amerika Serikat (AS) melampaui 250.000 pada Rabu (18/11/2020), menurut penghitungan Reuters. Gelombang virus corona ketiga telah menyebabkan lonjakan baru dalam angka infeksi dan memberi tekanan besar pada sistem perawatan kesehatan.

Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona naik menjadi setidaknya 78.630 pada Rabu sore, angka tertinggi dalam satu hari selama pandemi.

BACA JUGA: WHO Laporkan Rekor Kenaikan Kasus Covid-19 Global Terbesar dalam Sehari

Gubernur dan pejabat lokal di AS telah mengambil berbagai langkah dalam beberapa hari terakhir untuk mencoba meredam lonjakan tersebut. Kota Cleveland meminta penduduk untuk tinggal di rumah, mandat memakai masker telah disahkan di tempat-tempat yang sebelumnya menolak mereka, dan distrik sekolah Kota New York, yang terbesar di AS, menghentikan pembelajaran langsung mulai Kamis (19/11/2020).

Selama tujuh hari terakhir, AS melaporkan rata-rata 1.176 kematian setiap hari, lebih dari rata-rata kematian harian di India dan Brasil, dua negara paling terdampak pandemi setelah AS.

Amerika Serikat telah melaporkan total sekira 11,4 juta kasus sejak dimulainya pandemi dan tetap menjadi satu-satunya negara yang melaporkan lebih dari 10 juta kasus. Dengan hampir 158.000 kasus per hari, AS menyumbang satu dari setiap 26 infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia, menurut penghitungan Reuters.

BACA JUGA: Kasus Virus Corona Global Tembus 40 Juta

North Dakota, South Dakota, Wisconsin, Iowa dan Nebraska adalah lima negara bagian AS yang paling parah terkena dampak pandemi.

New York, yang merupakan episentrum besar virus korona AS pertama pada Maret dan April, tetap menjadi negara bagian dengan jumlah keseluruhan kematian tertinggi sejak pandemi dimulai, dengan lebih dari 33.000 korban meninggal dunia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini