Guru Honorer Sambut Penerimaan PPPK, Simak Lima Terobosan Mekanisme Seleksi

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Rabu 25 November 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 1 2315921 guru-honorer-sambut-penerimaan-pppk-simak-lima-terobosan-mekanisme-seleksi-1c5Q5G4mNO.jpg Foto: Dok Okezone

 JAKARTA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi membuka proses seleksi guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) dengan skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) . Pada tahun ini Pemerintah menargetkan satu juta guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Seleksi ini membuka kesempatan untuk guru-guru honorer di sekolah negeri dan swasta yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Langkah pemerintah ini disambut sejumlah guru honerer, salah satunya Kemas Atin, seorang guru honor di SMK Negeri 2 Palembang, berencana ikut seleksi PPPK .

“Lihat dulu yang mana duluan jadwalnya keluar seleksi CPNS atau PPPK. Yang jelas kalau semisal PPPK dulu ya tetap mau ikut Insya Allah,” ujar Kemas, Selasa (24/11/2020).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim mengatakan, tahun ini ada lima terobosan mekanisme seleksi guru PPPK yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat ini.

Pertama, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan formasi terbatas, batasan jumlah guru PPPK kali ini mencapai satu juta guru.

“Tahun-tahun sebelumnya, banyak guru-guru honorer kita harus menunggu dan antre untuk membuktikan diri.

Di tahun 2021, semua guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru bisa daftar dan mengikuti seleksi,” kata Mendikbud.

Meskipun demikian, Mendikbud menegaskan tidak kompromi soal kualitas pendidik. “Hanya yang lulus seleksilah yang akan menjadi PPPK,” tegasnya.

Kedua, jika sebelumnya setiap pendaftar hanya diberikan kesempatan satu kali ujian seleksi per tahun, sekarang setiap pendaftar dapat mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali.

“Jika gagal pada kesempatan pertama, dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali lagi di tahun yang sama atau tahun berikutnya,” jelas Mendikbud

Sehubungan dengan persiapan ujian seleksi, Mendikbud menyampaikan terobosan ketiga.Sebelumnya, tidak ada materi persiapan bagi pendaftar.

Kemendikbud ingin pastikan guru-guru hororer mendapat kesempatan yang adil, sehingga materi belajar daring dapat diperoleh semua peserta untuk membantu mempersiapkan diri buat ujian.

“Akan ada materi untuk guru honorer agar dapat mempersiapkan diri sebelum ujian.

Standar ujian seleksi ini akan ditentukan dengan sangat matang untuk memastikan kualitas mutu pembelajaran anak-anak kita terus terjaga,” tutur pendiri Gojek itu.

Keempat, jika dahulu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran gaji peserta yang lulus seleksi, mulai tahun 2021 pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

Kelima, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana biaya penyelenggaraan ujian ditanggung pemerintah daerah, kini biaya tersebut akan ditanggung oleh Kemendikbud

Mendikbud menekankan bahwa, Proses ini merupakan seleksi masal yang akan dilakukan secara online di tahun 2021.

Pemerintah juga telah mempersiapkan bagi yang lolos seleksi tersebut, akan dijamin menjadi PPPK dan penganggarannya telah disiapkan.

Kemas Atin mengakui, banyak harus dipersiapkan untuk bisa mengikuti seleksi PPPK ini karena kabarnya ujiannya dilakukan virtual dan seperti ujian CPNS.

Ia menambahkan kalau mau seleksi PPPK ini jelas harus bersiap dari sekarang, mulai dari verifikasi ijazah dan lainnya.

Sementara itu, sistem penggajian menurut info yang ia dapat bahwa guru yang guru yang sudah diangkat PPPK akan mendapatkan gaji sama dengan PNS, hanya guru status PPPK tidak mendapatkan pensiun.

Tak hanya Kemas Atin yang menyambut baik persiapan penerimaan PPPK tahun ini, Meilitha Sari, guru honor di SMA Negeri 1 Ulu Musi merasa sangat senang adanya seleksi 1 juta guru untuk diangkat menjadi PPPK.

“InsyaAllah ikut seleksi, saat ini saya bersama teman-teman guru honor sedang verifikasi, validasi ijazah karena terakhir Desember ini untuk syarat perekrutan PPPK ini juga,” kata wanita yang sudah 5 tahun menjadi guru honor.

Meilitha mengatakan bahwa teman-temannya yang masih guru honor dan sudah berusia 35 tahun ke atas sangat berharap dengan adanya seleksi PPPK ini.

“Mereka sangat berharap karena kalau usia 35 tahun ke atas kan sudah gak bisa ikut seleksi CPNS lagi jadi usaha untuk jadi pegawai pemerintah ya dengan cara ikut seleksi PPPK ini,” ujarnya.

Berbeda dengan Kemas Atin dan Meilitha Sari, Tiny yang juga seorang guru di salah satu SD swasta Palembang justru tak ingin ikut seleksi PPPK.

“Ya saya juga sempat dengar dan baca terkait seleksi 1 juta guru dan diangkat menjadi PPPK tapi saya juga dengar katanya kalau ikut PPPK gak bisa ikut seleksi CPNS jadi saya memilih untuk tidak ikut,” jelasnya.

Yang bisa mendaftar dan mengikuti seleksi PPPK ini adalah guru honorer di sekolah negeri dan swasta yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

 CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini