Di Negara Ini, 1 dari 5 Anak SD Tidak Tahu Susu Berasal Dari Mana

Jum'at 27 November 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 18 2317413 di-negara-1-dari-5-anak-sd-tidak-tahu-susu-berasal-dari-mana-WYBVVNjcwM.jpg Foto: Shutterstock

INGGRIS - Anak-anak di Sekolah Dasar (SD) di Inggris benar-benar tidak tahu dari mana susu berasal.

Sebuah penelitian menyatakan satu dari lima anak SD tidak mengetahui asal usul susu yang mereka konsumsi hampir setiap hari. Termasuk beberapa produk lainnya seperti roti dan cokelat.

Dari 1.000 anak yang terlibat, 21 persen tidak tahu susu berasal dari sapi. Sedangkan 11 persen percaya susu itu berasal dari supermarket.

Sekitar 18 persen berpikir roti dibuat di pertanian dan 11 persen mengatakan cokelat juga dibuat di sana.

Survei yang dilakukan perusahaan susu Arla ini melibatkan anak-anak usia enam hingga sebelas tahun. Perusahaan juga telah merilis buku anak-anak untuk melawan mitos tertentu tentang pertanian.

“Jika anak-anak bingung sekarang, ada risiko yang sangat nyata jika mereka akan kebingungan untuk membuat pilihan makanan yang positif saat mereka tumbuh,” ujar Danny Micklethwaite, dari Arla.

(Baca juga: Jet Bomber H-20 China Diklaim Bisa Serang Hingga Pangkalan Militer AS)

Lebih dari sepertiga (36%) anak usia 6 – 11 tahun yang disurvei berpendapat jika labu lebih baik bagi mereka daripada susu. Lalu hampir separuh anak usia 6 – 7 tahun (43%) percaya segelas labu memiliki lebih banyak nutrisi daripada segelas susu.

Dikutip Daily Mail, penelitian mengungkapkan kurangnya pemahaman mungkin diperparah dengan fakta jika satu dari sepuluh (9%) belum pernah ke pertanian sebelumnya.

Sementara itu, mantan pembawa acara Blue Peter dan presenter Countryfile Helen Skelton mendukung kampanye yang dilakukan perusahaan tersebut.

“Saya dibesarkan di peternakan sapi perah jadi saya cukup beruntung untuk menghubungkan apa yang saya lihat di sekitar saya dengan apa yang diletakkan di atas meja di depan saya,” terangnya.

“Tapi saya sangat sadar jika begitu banyak anak tidak mendapatkan kesempatan itu sehingga mudah untuk melihat bagaimana mereka bisa merasa sangat terputus dengan makanan yang mereka makan,” jelasnya.

“Jika kita tidak tahu dari mana makanan kita berasal dan apa isinya, bagaimana kita bisa diharapkan untuk memahami apa yang baik untuk kita dan apa yang tidak?,” lanjutnya.

“Anak-anak saya sangat menikmati membaca tentang Jonny dan Jelly dan mencari tahu lebih banyak tentang makanan yang kami nikmati,” ujarnya.

Perusahaan Arla pun merilis buku ramah anak “Jonny and Jelly Go Round And Round” untuk memecahkan mitos seputar peternakan sapi perah.

Buku ini didasarkan pada kehidupan nyata peternak sapi perah dan sapinya, memberikan wawasan yang menyenangkan tentang kehidupan sehari-hari di pertanian.

Buku ini mengajak anak-anak ke peternakan dan mengeksplorasi proses pembuatan susu dan elemen lain dari kehidupan peternakan sapi perah melalui sudut pandang Jelly, si sapi yang selalu ingin tahu.

Jelly yang penasaran akhirnya mengikuti petaninya Jonny di sekitar pertanian dan mengetahui ada lebih banyak hal yang terjadi daripada yang dia duga sebelumnya.

“Sangat mudah untuk menerima begitu saja apa yang kita lakukan. Tapi mengetahui bahwa satu dari 10 anak tidak pernah berada di pertanian, jadi tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang kami produksi di sini, sedikit membuka mata saya,” ungkap petani dari Arla, Jonny Burridge.

“Saya sangat senang jika Jelly dan saya adalah karakter yang akan memperkenalkan anak-anak pada kehidupan di peternakan sapi perah dan semua yang terjadi di sini sementara kami membuat susu untuk sereal mereka,” ujarnya.

“Lebih istimewa lagi mengetahui buku itu terkait dengan memastikan begitu banyak anak yang kurang beruntung diberi awal yang baik untuk hari ini,” tambahnya.

Perusahaan Arla menawarkan buku itu sebagai unduhan digital gratis untuk para orang tua. Mereka juga akan memberikan sumbangan 15.000 sarapan sehat untuk membantu memberi makan anak-anak yang rentan di Inggris kepada badan amal Magic Breakfast.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini