Share

Dipicu Ketakutan Virus Corona, Kerusuhan di Penjara Sri Lanka Tewaskan 6 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 November 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318616 dipicu-ketakutan-virus-corona-kerusuhan-di-penjara-sri-lanka-tewaskan-6-orang-FFFDrxHUfb.jpg Para tahanan menggelar protes di atas atap penjara di Kolombo. (Foto: Reuters)

KOLOMBO - Setidaknya enam orang tewas dan 52 luka-luka dalam kerusuhan penjara di Sri Lanka di mana penjaga dan narapidana terlibat bentrokan sengit, kata para pejabat.

Kerusuhan itu dipicu oleh protes para narapidana yang menuntut pembebasan lebih awal dengan jaminan dan fasilitas yang lebih baik di tengah lonjakan kasus virus corona di penjara. Sekira 1.000 kasus virus corona telah dilaporkan dari penjara Sri Lanka yang penuh sesak.

BACA JUGA: Waduh, Pejabat Sri Lanka Makan Ikan Mentah Saat Konferensi Pers

Juru Bicara Kepolisian Ajith Rohana mengatakan para penjaga "menggunakan kekerasan untuk mengendalikan situasi kacau" di penjara Mahara di mana protes berlangsung.

Laporan media yang dilansir BBC, mengatakan bahwa penjaga penjara telah melepaskan tembakan untuk menahan kerusuhan. Laporan berita lokal mengutip penduduk yang mengatakan mereka telah melihat "kebakaran besar" di tempat itu.

Wakil Inspektur Rohana mengatakan kepada BBC Sinhala bahwa korban luka telah dirawat di Rumah Sakit Ragama setempat. Dia menambahkan bahwa kontingen komando polisi elit telah dipanggil untuk memperketat keamanan di sekitar penjara, dan lima tim polisi juga telah dikerahkan.

BACA JUGA: Abaikan Protes Warga Muslim, Sri Lanka Wajibkan Jasad Korban COVID-19 Dikremasi

Ini adalah yang terbaru dari serangkaian kerusuhan di penjara yang terjadi di Sri Lanka dalam beberapa pekan terakhir, karena jumlah kasus Covid-19 di penjara terus meningkat.

Di Ibu Kota Kolombo, sekelompok pengunjuk rasa di Welikada melancarkan protes di atas atap penjara meminta agar mereka diberikan jaminan. Sekelompok narapidana lain di Penjara Agunakolapalassa telah melakukan protes selama delapan hari, menuduh bahwa kondisi di penjara mereka semakin buruk.

Kelompok hak asasi mengatakan sekitar 26.000 orang ditempatkan di fasilitas yang memiliki kapasitas sekitar 10.000.

Sri Lanka mengalami lonjakan kasus virus corona ketika dua klaster, satu di pabrik garmen dan satu lagi di pasar ikan, muncul bulan lalu.

Menurut Universitas John Hopkins, saat ini terdapat 23.484 kasus di Sri Lanka dengan 116 kematian dilaporkan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini