Bocah 5 Tahun Tak Punya Anus Ini Ingin Dioperasi, Tapi Tak Ada Biaya

Andhy Eba, iNews · Jum'at 11 Desember 2020 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 340 2325641 bocah-5-tahun-tak-punya-anus-ini-ingin-dioperasi-tapi-tak-ada-biaya-n8jpOf5uxy.png Naufan, bocah 5 tahun yang tak miliki lubang anus sejak lahir. (Foto: tangkapan layar)

BUTON - Faris Naufal, bocah berusia lima tahun, lahir tanpa memiliki lubang anus. Ia terpaksa buang air besar (BAB) melalui saluran yang dibuat di bagian perutnya. Mirisnya, bocah ini dirawat sendiri oleh neneknya yang sudah sudah rentah. Tak ada biaya menyebabkan bocah ini belum juga dioperasi pembuatan anus.

Memang dilihat sekilas tidak ada yang aneh dari bocah asal Moko, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. Fisiknya hampir sama dengan bocah lain pada umumnya.

(Baca juga: Datangi Polda Metro, Kuasa Hukum Habib Rizieq Minta Surat Panggilan)

Namun, siapa yang mengira jika Faris Naufal menderita gangguan pencernaan karena tidak memiliki lobang anus sejak lahir. Setiap hari, di rumah maupun di sekolah, Naufal harus menenteng kantong plastik yang dililit di perutnya untuk menampung kotoran dari lubang anus buatan agar tidak terkena badannya.

Sebelumnya, ketika lahir Naufal sudah menjalani operasi untuk dibuatkan saluran pencernaan di bagian perut. Rencananya, setelah dua tahun akan dibuatkan anus. Namun, karena kekurangan biaya membuat bocah laki-laki malang ini juga tidak bisa mendapat pengobatan lebih lanjut .

Wa Tema (70), nenek Naufal mengatakan, sejak kecil Naufal ditinggal pergi ayahnya. “Ayahnya merantau dan menikah lagi. Sementara ibunya telah meninggal di tanah rantau, ketika bekerja untuk mengumpulkan biaya operasi Naufal,” kata nenek Tema, Jumat (11/12/2020.

(Baca juga: Ustaz Yusuf Mansur Kisahkan Surah Yassin Mujarab Obati Covid-19)

Saat ini, Tema negaku, dirinya yang merawat Naufal di rumah sederhananya. Nenek sendiri, sebelumya berprofesi sebagai tukang mengupas kulit mete. Namun karena sudah rentah dan sakit-sakitan, dia tidak bekerja lagi.

Untuk biaya kebutuhan pokok, mereka bergantung pada kemurahan hati tetangga. Hanya sesekali ayah Naufal mengirimakan uang untuk biaya hidup Naufal. Sang nenek berharap, cucunya bisa hidup normal seperti anak-anak pada umumnya. 

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini