Pasien Covid-19 Ini Rela Menunggu 19 Jam demi Dapatkan Kamar Tidur RS

Susi Susanti, Koran SI · Senin 14 Desember 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 18 2327475 pasien-covid-19-ini-rela-menunggu-19-jam-demi-dapatkan-kamar-tidur-rs-62Z6M5tgi6.jpg Pasien covid yang rela menunggu berjam-jam akibat mininya tempat tidur (foto: Mirror)

INGGRIS - Seorang pensiunan harus menunggu lebih dari 19 jam di ambulans di luar rumah sakit setelah menderita stroke atau sepsis. Dia harus menunggu selama itu karena rumah sakit kekurangan tempat tidur.

Ted Edwards, 73, harus rela menunggu di ambulans selama 19 jam karena Rumah Sakit Universitas Grange di Cwmbran, South Wales, mengalami kekurangan tempat tidur.

Keluarganya yang khawatir mencoba menghubungi staf NHS untuk mendapatkan kabar terbaru tetapi diberi tahu jika dirinya masih dipantau di ambulans.

Keponakan Ted, Poppy Vaughan Winter, 25, mengatakan pihaknya sangat prihatin setelah Ted jatuh sakit pada Jumat (11/12) malam di rumahnya, dekat Monmouth.

Baca Juga: Staf Pemerintahan Trump Akan Jadi yang Pertama Divaksinasi Covid-19 di AS

Dia mengatakan pamannya telah menunggu lebih dari 19 jam pada Sabtu (12/12) malam dan pada Minggu (13/12) pagi mereka menunggu kabar terbaru dari staf NHS.

‘Kami baru saja diberitahu bahwa kondisinya tidak berubah, tetapi dia masih menunggu di ambulans,” terangnya.

Sementara itu, melalui cuitan pada Sabtu (12/12/2020), Dewan Kesehatan Universitas Aneurin Bevan yang menjalankan rumah sakit tersebut mengatakan Rumah Sakit Universitas Grange berada di bawah tekanan yang signifikan sore ini karena jumlah pasien Covid-19 yang sangat tinggi.

“Kami sekarang berjuang untuk mengidentifikasi tempat tidur untuk pasien kami dan kami juga memiliki banyak ambulans yang menunggu di luar rumah sakit,” cuitnya.

Seorang juru bicara dewan kesehatan mengatakan ada tekanan signifikan pada tingkat staf di rumah sakit.

“Ini adalah situasi yang sangat serius dan kami mengalami permintaan ini pada layanan kami sebelum kami melihat peningkatan normal dalam permintaan sebagai akibat dari cuaca dingin dan flu di musim dingin,” terangnya.

Adapun Bob Tooby dari Layanan Ambulans Welsh mengatakan pihaknya sekarang memiliki lebih dari 1.900 pasien Covid-19 di rumah sakit di seluruh Wales.

“Ini termasuk beberapa penundaan lama dengan pasien di ambulans kami, tetapi rasanya tidak pantas bagi kami memberikan rincian sepesifik saat ini bagi pasien atau memang keluarga mereka,” ujarnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini