Terima Vaksin Covid-19, Gubernur Babel: Tak ada yang Membesar dan Mengecil

Haryanto, iNews · Jum'at 15 Januari 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 340 2344973 terima-vaksin-covid-19-gubernur-babel-tak-ada-yang-membesar-dan-mengecil-rXZlyHmIYk.jpg Gubernur Babel, Erzaldi Rosman (Foto: Haryanto)

BANGKA - Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menjadi orang pertama yang mendapat suntikan dosis vaksin Covid-19 Sinovac, di Rumah Sakit Soekarno Provinsi Bangka Belitung, di Air Anyir, Kabupaten Bangka, Jumat (15/1/2021).

Usai di suntik dan menjalani observasi selama 30 menit, Gubernur Erzaldi mengaku tak mengalami gejala yang berefek buruk ketubuhnya.

"Alhamdulillah tidak ada efek apa pun, tidak ada yang membesar atau yang mengecilkan. Ini sehat-sehat saja," ucap Gubernur, saat memberi ketenangan pres.

Kick off vaksinasi ini, selain gubernur turut pula di ikuti pimpinan instansi lainnya yang tergabung dalam Forkompimda Bangka Belitung, seperti Plt Ketua DPRD Bangka Belitung Amri Cahyadi, Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen Jangkung Widyanto, Kepala Kejaksaan Tinggi serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Hari ini saya bersama forkompinda dan jajaran pejabat pertikal, tokoh agama, alim ulama, para pendeta, Rektor UUB serta perwakilan masyarakat sudah di suntik vaksin," kata Erzaldi.

Ia mengatakan, dirinya bersama yang menerima vaksinasi hari ini, akan kembali menerima dosis Vaksin Sinovac 14 hari kemudian.

"14 hari lagi ditempat ini kami akan suntik lagi untuk dosis yang kedua," ujarnya.

Setelah jajaran pejabat yang di suntik vaksin, menyusul tenaga kesehatan di beberapa wilayah yang mendapatkan jatah vaksin tahap pertama ini yang akan menjalani vaksinasi.

"Besok nakes kita mulai di vaksin. Hari ini kita lakukan bersama di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, kemudian menyusul kabupaten lainnya," katanya.

Erzaldi mengimbau, agar masyarakat tidak perlu khawatir akan dengan vaksin Covid-19, karena sudah teruji secara klinis dan berlebel BPOM serta hahal berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ini salah satu cara kita agar terbebas dari Covid-19. Namun tetap mematuhi prokes kesehatan serta mematuhi dan mengikuti arahan pemerintah agar kita semua mendapatkan vaksin ini," ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Babel akan berlangsung hingga April 2021, dengan prioritas utama tenaga kesehatan dan pejabat publik.

Dari 10.280 vaksin tahap pertama yang diterima Provinsi Babel, dibagian lebih dulu ke daerah yang angka penularan corona cukup tinggi, seperti Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Belitung.

Dengan rincian, 4.760 dosis untuk Pangkalpinang, 3.550 dosis jatah Kabupaten Bangka dan 1.960 bagi Kabupaten Belitung.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini