Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anies Ingin Masyarakat Betawi Jeli Baca Tren Perubahan paska Pandemi Covid-19

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 23 Januari 2021 |12:20 WIB
Anies Ingin Masyarakat Betawi Jeli Baca Tren Perubahan paska Pandemi Covid-19
Foto: Okezone
A
A
A

Sementara itu, N Syamsudin Ch Haesy, yang akrab disapa Bang Sem, berpendapat saat ini ada sejumlah persoalan jika bicara soal politik orang Betawi. Salah satunya, kegamangan ketika kontestasi politik ternyata berakhir dengan antiklimaks, tidak sesuai dengan harapan. Hal itu diperburuk dengan konsep otonomi daerah yang masih membingungkan. Di satu sisi, otonomi daerah membawa angin segar desentralisasi, tapi di sisi lain pemilihan pemimpin daerah justru diproses oleh partai politik dengan pendekatan sentralisasi.

Belum lagi ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi akibat nano monster Covid-19. Ketidakpastian itu bukan hanya melanda Indonesia, tapi juga dunia. “Pada saat bersamaan, Covid-19 merontokkan kapitalisme dan sosialisme di dunia, sehingga konsep globalisasi harus dikaji ulang,” papar Bang Sem. Apalagi Covid-19 juga mengubah bonus demografi dunia menjadi petaka demokrasi.

Jadi, lanjut Bang Sem, tantangan buat Betawi, Indonesia, dan masyarakat internasional ke depan adalah bagaimana melindungi biosfir masing-masing dari kompleksitas masalah akibat pandemi. “Nano monster itu hanya bisa dikalahkan dengan nano teknologi,” tegasnya.

Tentang Betawi sendiri, Bang Sem menilai ada persoalan eksistensi yang selama ini berjalan secara alami dan secara tidak langsung 'merugikan' orang Betawi. Yakni kecenderungan orang Betawi untuk menikah dengan suku lain seperti terungkap dalam sejumlah penelitian. “Banyak anak mereka kemudian enggak mau lagi mengaku sebagai orang Betawi,” ujarnya sambil terkekeh.

Bang Sem berpendapat orang Betawi mesti menilik kembali kearifan dan kecerdasan lokal yang diajarkan tetua mereka, para engkong dan kumpi. “Cuci tangan di padasan yang dulu dilakukan mereka, di masa pandemi kini jadi sesuatu yang wajib dilakukan,” bilang Bang Sem. Demikian juga dalam politik, Bang Sem mengajak untuk belajar dari role model politisi orang Betawi, seperti MH Thamrin, Ridwan Saidi, hingga Mahbub Djunaidi.

Bang Sem setuju Gerbang Betawi mendirikan semacam sekolah demokrasi agar orang Betawi memiliki bekal dalam mengisi posisi-posisi penting di legislatif dan eksekutif. Juga sekolah bisnis untuk menciptakan para intelektual berkompetensi tinggi. Namun, dia mengingatkan, semua itu tidak boleh lepas dari tarikan napas orang Betawi yang dalam kesehariannya menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya.

“Jadi yang harus dimiliki orang Betawi ke depan adalah kemampuan membaca perubahan. Modalnya sudah diajarkan oleh para kumpi. Ilmu menjadi cahaya, sementara transformasi dilakukan dengan ghiroh dan gairah. Kuatkan pendidikan, berikan akses pada modal, akses politik, dan yang terpenting harus sehat,” pungkas Bang Sem.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement