Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Punya 20 Tempat, Pendiri Pasar Muamalah Klaim Ingin Hapuskan Kemiskinan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2021 |15:55 WIB
Punya 20 Tempat, Pendiri Pasar Muamalah Klaim Ingin Hapuskan Kemiskinan
Pendiri pasar muamalah di Depok, Zaim Saidi ditangkap polisi.(Foto:Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi menyebut, pihaknya memiliki 20 tempat pasar yang tersebar di berbagai lokasi. Dia mengklaim ingin menghapuskan kemiskinan dengan sistem jual beli yang menggunakan dinar dan dirham itu.

Zaim menejelaskan, ke-20 Pasar Muamalah itu akan bergantian buka sehingga ada pasar yang buka sepekan sekali, dua pekan sekali, hingga sebulan sekali.

"Itu tergantung masyarakat setempat dan ini adalah keinginan masyarakat itu sendiri yang bergantung punya kebebasan memilih. Maknanya dengan cara ini tidak akan orang miskin. kita tidak akan bergantung pada mata uang," kata Zaim dikutip dari Youtube Maybi Prabowo 3, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga: Mabes Polri: Zaim Saidi Inisiator dan Pengatur Nilai Tukar Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah

Menurut dia, sistem transaksi menggunakan mata uang telah memiskin masyarakat. Pasalnya, orang yang tidak memiliki uang tidak bisa melakukan jual beli. Di sisi lain, Pasar Muamalah memperbolehkan penjual dan pembelinya melakukan barang tukar barang (barter).

"Kalau hari ini orang tidak punya mata uang dibilang miskin, tidak bisa bertransaksi, tidak bisa berjual beli. Hari ini kita kenalkan bahwa tidak ada orang miskin.

Baca Juga: 2 Pasal Menjerat Zaim Saidi, Pendiri Pasar Muamalah yang Gunakan Dinar dan Dirham

Allah SWT tidak menciptakan orang miskin jadi kalau dia tidak punya dolar, tidak punya rupiah, dia bisa berdagang dengan berasnya. Tukar jagung, tukar baju yang dia perlukan," imbuhnya.

Zaim menegaskan, Tuhan telah memberikan harta yang berlimpah untuk umat manusia sehingga tidak ada orang yang miskin. Dia menilai, saat ini masyarakat dimiskinkan melalui sistem transaksi yang menggunakan mata uang.

"Allah sudah memberikan harta kekayaan itu sudah berlebih buat siapapun, dan kismiskinan itu timbul karena sistem yang membuat yang kaya, dan miskin semakin miskin melalui alat pertukaran tidak adil," ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem transaksi jual beli yang digunakan Pasar Muamalah merupakan fitrah dari Tuhan. Sehingga, menurut dia, tidak ada hukum ciptaan manusia yang dilanggar.

"Ini adalah fitrah sebagai mana Allah tetapkan dan Allah ajarkan. Karena itu tidak mungkin ada hukum manusia yang dilanggar, seperti manusia menikah melahirkan dan besar, membesarkan anaknya. Lalu mati, begitulah fitrahnya. begitu juga perdagangan, begitu juga harta. Harta itu dicari didistribuskan, kemudian habis, dicari lagi dan dibagikan lagi habis," terang dia.

Zaim mengatakan, saat ini bank yang mengedepankan riba telah merajalela dengan menumpuk harta kepada segelintir orang maupun kelompok saja. Alhasil, banyak warga yang tak mimiliki harta dan menjadi miskin.

"Dan harta yang menumpuk itulah emas, perak, tembaga, jagung, kedelai, semua komiditi itu. Itu yang mau kita edarkan di masyarakat melalui apa yang kita sebut sebagai Pasar Muamalah," pungkasnya.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement