SUBANG - Intensitas hujan yang kembali tinggi membuat warga Subang, Jawa Barat, panik. Air yang sebelumnya surut kembali naik dan merendam rumah warga. Kondisi banjir diperparah setelah jebolnya tanggul penahan air di Sungai Cipunagara, Pantura.
Banjir susulan kali ini merendam sedikitnya 15 desa di enam kecamatan, Subang. Berdasarkan data sementara dari 15 desa itu terdapat 2.170 rumah warga yang terendam.
"Dari jumlah itu ada 1.390 warga yang diungsikan,"kata Dandim 0605 Subang Letkol Edi Maryono saat dikonfirmasi, Senin (21/02/2021).
Baca juga: Jalur Pantura Kaligawe Semarang Banjir Setinggi 70 Cm
Ke enam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pamanukan, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Legonkulon dan Pusakanagara. Ketinggian air paling tinggi di atas 1 meter.
Baca juga: Sejak Kemarin, Permukiman Warga di Bogor Terendam Banjir
Selain pemukiman, banjir juga merendam ratusan hektar sawah. "Kami menerjunkan 558 personil untuk menangani bencana ini, ditambah dari Basarnas," ujarnya.
Saat ini warga mengungsi ke tempat aman seperti masjid, kantor desa, dan rumah warga yang tak terdampak banjir. Kemudian, banyak warga yang mengungsi di berbagai fasilitas lainnyaseperti di kolong jembatan flyover Pantura.
Warga Pemanukan, Anta Wijaya (50) menambahkan bahwa jebolnya tanggul semakin memperparah kondisi banjir. Dia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki tanggul tersebut.
"Kami berharap perbaikan tanggul sungai yang jebol segera dilakukan untuk mengatasi banjir. Banjir kali ini luar biasa. Pada musim hujan tahun lalu sungai yang meluap tidak sampai membuat tanggul jebol seperti sekarang," kata Anta.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.