Doni mengatakan analogi ini didapatkannya dari Kepala Laboratorium Universitas Andalas, dr. Andari. “Jadi, sini analogi yang saya kutip dari penjelasan Doctor Andani yaitu Kepala Laboratorium Universitas Andalas. Beliau salah satu kepala laboratorium yang sangat agresif melakukan tracing dari awal,” katanya.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Buatan Johnson & Johnson's Disetujui AS
Seharusnya, kata Doni, upaya tracing agresif sejak awal yang dilakukan oleh dr. Andani ini harusnya dijadikan pola kerja untuk menemukan kasus Covid-19 sejak awal. “Harusnya apa yang sudah dilakukan oleh dokter dan ini kita jadikan sebagai pola kerja kita agar mereka yang kontak erat tadi bisa dilakukan karantina.”
Doni pun menjelaskan kenapa kontak erat ini harus dilakukan karantina, karena mereka bisa berperan sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang bisa saja menulari kelompok rentan. “Kenapa demikian karena orang yang kontak erat ini berperan sebagai OTG atau orang tanpa gejala. 85% penularan bisa jadi dilakukan oleh mereka tanpa gejala. Dan ini sangat membahayakan kelompok rentan.”
“Siapa kelompok rentan? Adalah lansia, mereka yang usianya 60 tahun. Dan mereka yang punya komorbid. Kalau bisa kita lindungi dari OTG, maka resikonya akan semakin kita kurangi,” papar Doni.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.