JAKARTA - Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa mutasi N439K asal Skotlandia telah ditemukan lebih dulu dibandingkan dengan mutasi B117 asal Inggris.
Nadia pun menegaskan, bahwa N439K bukan yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) untuk menjadi perhatian khusus.
“Ini sebenarnya mutasi single, hanya ada satu mutasi pada jenis varian ini. Jenis varian ini bukan yang diminta oleh WHO untuk mendapat perhatian khusus,” ungkap Nadia saat dikonfirmasi, Sabtu (13/3/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 4.607, Jakarta Jadi Penyumbang Terbanyak
Sementara itu diketahui saat ini WHO merekomendasikan ada tiga mutasi yang harus menjadi perhatian khusus negara-negara di dunia. Pertama yakni B117 dari Inggris, B135 dari Afrika Selatan, dan P1 dan Brazil.
Nadia pun mengatakan bahwa mutasi N439K ini memiliki sifat resisten terhadap antibodi. “Varian N439K memiliki sifat resisten terhadap antibodi. Apakah kemudian virus ini jadi salah satu yang memang perlu mendapat perhatian khusus atau tidak,” katanya.
Sementara itu, Nadia mengatakan hingga saat ini belum ada data resmi dari WHO terkait tingkat keparahan mutasi N439K bagi pasien Covid-19.
“Tapi itu di dalam suatu uji coba melihatnya. Artinya memang baru satu jurnal yang mengatakan ini dan kita belum mendengar lebih lanjut dari WHO seperti apa,” katanya.