Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Putus Mata Rantai Covid-19, Satgas: Pemerintah Fokus Perbaiki Strategi Deteksi

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 17 Maret 2021 |13:00 WIB
Putus Mata Rantai Covid-19, Satgas: Pemerintah Fokus Perbaiki Strategi Deteksi
Covid-19.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menindaklanjuti adanya penemuan varian baru virus Covid-19, yakni B117.

Mulai dari penelusuran kontak erat oleh tim surveilans dan pemerintah daerah setempat. Kemudian, dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel kontak erat, dengan pengambilan serum kepada suspek untuk mendeteksi varian pada antibodinya.

Berikutnya melakukan sequencing gen, pada sampel positif PCR yang memenuhi kriteria lab di daerah kasus varian, dan peningkatan kewaspadaan di perbatasan. Baik protokol pelaku perjalanan luar negeri dan koorodinasi antar kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Vaksin yang Diberikan Aman, Halal dan Berkualitas

"Pemerintah Indonesia berkomitmen memperbaiki strategi deteksi di tahun 2021. Dengan target pertama meningkatkan angka testing, dengan target 1 per 1000 penduduk per minggu, dan kecepatan hasil kurang dari 24 jam sejak spesimen diterima," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga: Ini Cara Donor Plasma Konvalesen dan Donor Darah Umum, Simak Bincang Bareng MNC Peduli - PMI DKI

Juga meningkatkan akses, kapasitas dan efisiensi lab PCR. Kemudian mendayagunakan rapid diagnostik test antigen (RDT antigen), dalam pemeriksaan kontak erat, dan pendistribusian RDT antigen ke 7 provinsi prioritas dengan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.

Target kedua, meningkatkan pelacakan pada 15 sampai 30 kontak erat dalam waktu kurang dari 72 jam. Melalui testing kepada kontak erat bergejala maupun tidak bergejala. Kemudian pelatihan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk aktif telibat dalam kotnak tracer Covid-19. "Pelatihan dilakukan petugas puskesmas on the job training," imbuh Wiku.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement