932 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 30 Maret 2021 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 525 2386323 932-warga-mengungsi-akibat-kebakaran-kilang-minyak-pertamina-balongan-hC3mAsEsgD.jpg Warga terdampak kebakaran kilang minyak diungsikan. (Foto: Fathnur R)

JAKARTA - Sebanyak 932 jiwa diungsikan setelah Kilang Minyak milik PT. Pertamina di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Senin (29/3/2021) pukul 01.59 WIB dini hari.

Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu yang berhasil dihimpun hingga pukul 15.40 WIB, para pengungsi tersebut terbagi di tiga titik meliputi 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 320 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

Selain itu, jumlah korban jiwa yang terdampak dari peristiwa itu ada 6 orang luka berat dan 29 orang luka ringan. Sementara itu 1 orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung saat terjadi ledakan.

Baca juga: 5 Fakta Kebakaran Kilang Minyak Balongan Indramayu

Peristiwa terbakarnya tiga unit tank product premium 42 T 301 A/B/C itu berdampak pada lima desa, meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung.

BPBD Kabupaten Indramayu telah mendirikan tenda Satgas Penanganan Kebakaran dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

Dalam rangka percepatan penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kabupaten Indramayu juga berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Basarnas setempat guna melakukan evakuasi warga setempat serta para pekerja.

Baca juga: BMKG Pastikan Tak Ada Sambaran Petir saat Kebakaran Kilang Minyak Indramayu

Hingga saat ini, TRC BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pendataan di lokasi terbakarnya kilang minyak tersebut.

Adapun kondisi mutakhir yang dilaporkan hingga saat ini api masih dalam proses pemadaman dan warga diharapkan agar tidak panik serta selalu mengikuti arahan pihak-pihak yang berwajib untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini