Jokowi Minta Kepala Daerah se-Jabar Fokus Tangani Pandemi Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 27 Mei 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 525 2416337 jokowi-minta-kepala-daerah-se-jabar-fokus-tangani-pandemi-covid-19-FJ9oH90hwx.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan beberapa pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menghadiri pengarahan bersama Gubernur, Forkompimda dan Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat di Istana Bogor. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memberikan arahan terkait penanganan Covid-19.

"Kata Bapak Presiden, fokus pada Covid. Bapak presiden memberikan arahan sekitar 30-40 menit menyampaikan bahwa ancaman belum berakhir," kata Bima di Balai Kota Bogor, Kamis (27/5/2021).

Bima menambahkan, Presiden Jokowi meminta kepala daerah di Jawa Barat mempelajari data-data terkait Covid-19. Kemudian, juga untuk tidak lengah dalam penangangan pandemi virus corona.

"Bapak Presiden minta agar kepala daerah di Jawa Barat bersama Forkompinda untuk fokus mempelajari data, parameter supaya tidak lengah. Jadi kepala daerah harus hafal angka BOR, positif rate jadi semua. Dan menyampaikan jangan sampai terjadi ledakan (kasus covid-19) seperti di India. Jadi dipelajari kurva di masing-masing kota," bebernya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Bima Arya: Kuncinya Saling Berbagi dan Kolaborasi Antar Daerah

Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta angka kesembuhan di Jawa Barat 89 persen ditingkatkan. Karena angka tersebut memang di bawah angka kesembuhan nasional yang mencapai 91 persen.

"Dan Presiden minta angka kesembuhan minta dinaikan di Jabar ini angka kesembuhan 89, di nasional 91. Ini masih ada sedikit di bawah nasional. Kalau angka kesembuhan tidak tinggi berarti ada yang salah pada obat-obatan. Jadi kepala daerah tidak boleh makro tapi detil sehingga mempelajari angka-angka kesembuhan tadi," jelas Bima.

Selain itu, lanjut Bima, kepala daerah turut diminta fokus terhadap vaksinasi salah satunya lansia. Lalu, dalam rapat tersebut Kementerian Kesehatan telah diminta fokus vaksinasi di wilayah Jabodetabek.

"Presiden juga menyampaikan fokus pada vaksinasi. Lansia tetap difokuskan meskipun saya laporkan kepada bapak Presiden lansia ini agak mentok, agak sulit tapi Presiden tetap minta vaksinasi lansia difokuskan. Kemudian Presiden juga memerintahkan kepada Menkes untuk fokus vaksin di Jabodetabek daerah yang interaksinya kuat dengan Jakarta agar diprioritaskan (vaksinasi)," ungkap Bima.

Baca juga: Hari Raya Waisak, Jokowi: Butir-Butir Keluhuran Ajaran Dharma Sangat Relevan dengan Situasi Pandemi

Pesan terakhir yakni terkait ekonomi. Dimana, kata Bima, Presiden Jokowi menargetkan kuartal kedua agar ekonomi tumbuh 7 persen. Kuncinya, adalah pada penekanan terhadap kasus covid-19.

"Presiden menargetkan kuartal kedua itu ekonomi tumbuh 7 persen padahal kuartal pertama mines 0,74. Di Jabar hanya 2 yang ekonominya positif. Presiden optimis kuartal kedua bisa positif apalagi kalau bisa 7 persen. Karena itu kuncinya covid ditekan, maka ekonomi akan positif penting sekali menurut Presiden dan meminta mempercepat belanja daerah jangan ditahan-tahan agar ekonomi berputar akan ada peredaran uang," pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini