China Akan Perluas Program di Afghanistan Paska Penarikan Pasukan AS

Agregasi VOA, · Sabtu 19 Juni 2021 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 18 2427642 china-akan-perluas-program-di-afghanistan-paska-penarikan-pasukan-as-jVEV64X4Pg.jpg Pasukan AS di Afghanistan (Foto: EPA)

AFGHANISTAN - Para pejabat militer dan analis keamanan mengantisipasi penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan akan menjadi kesempatan untuk China dan Rusia berebut pengaruh di sana.

“Afghanistan jelas sebuah tempat yang diminati oleh China,” demikian kata Jenderal Frank McKenzie, panglima Komando Sentral AS atau CENTCOM, ketika diwawancarai VOA di Mesir pada Selasa (15/6).

Dia mencatat kebijakan agresif China dalam hal pembangunan infrastruktur di seluruh Asia, dan mengatakan, “di mana saja Anda lihat proyek-proyek ini di Timur Tengah, di sana kenyataannya negara-negara ini rentan. Saya rasa Afghanistan akan menjadi salah satu area seperti itu sementara kita melangkah maju.”

Jenderal purnawirawan Joseph Votel, mantan panglima CENTCOM mengatakan kepada VOA, tidak mengejutkan bahwa baik China maupun Rusia akan berminat untuk mengisi “kekosongan” yang tercipta akibat penarikan pasukan AS.

(Baca juga: Biden Umumkan Pemerintahannya Telah Berikan 300 Juta Suntikan Vaksinasi Covid-19)

“Kita akan lihat lebih banyak hal seperti itu,” kata Votel. Dia menjelaskan ketika kehadiran militer AS hilang, AS harus memastikan tatanan diplomatik kita sudah tertib lewat dutabesar yang dikonfirmasi, serta tim-tim Deplu dengan sumber daya yang baik dan ditempatkan di dalam negara itu yang mampu membela dan mendukung kepentingan AS.

Selama bertahun-tahun, China sudah memperluas kekuatan ekonominya lewat Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) di seluruh dunia, dengan menyediakan infrastruktur dalam jangka pendeknya, dan sebagai imbalannya rencana pembayaran kembali berjangka panjang yang mengakibatkan negara-negara itu semakin bergantung kepada China.

(Baca juga: Nyaris Kadaluwarsa, Otoritas Palestina Tolak Vaksin Covid-19 dari Israel)

Beijing sudah mengatakan, pihaknya hendak memperluas programnya di Afghanistan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini