494 Tahun Jakarta, Momen untuk Bangkit Bersama

Opini, Okezone · Kamis 24 Juni 2021 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 58 2430111 494-tahun-jakarta-momen-untuk-bangkit-bersama-mFPNPvRkLj.jpg DKI Jakarta.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA  beberapa hari lalu, 22 Juni tepatnya, berulang tahun. Usianya, 494 tahun atau hampir lima abad. Tentu bukan usia yang muda lagi untuk sebuah kota. Namun, seperti yang terjadi pada tahun lalu, sekali lagi perayaan ulang tahun kita rayakan masih dalam suasana penuh keprihatinan.

Pandemi memang belum juga menyingkir dan berakhir. Covid-19 masih tetap mencengkeram kita. Bahkan, belakangan tingkat penyebaran Covid-19 kembali tinggi.

Dalam sepekan terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dan mencetak rekor. Total kasus di negeri ini mencapai 2 juta kasus.

Dari data yang masuk pada 21 Juni 2021, kota tercinta ini mencatatkan rekor penambahan kasus kematian sebanyak 74 kasus. Sehari sebelumnya, angka kematian mencapai 69 kasus. Padahal, angka kematian tertinggi di DKI Jakarta sebelumnya, tercatat pada Februari lalu, dengan penambahan 62 kasus.

Tak pelak, Covid-19 kembali akan merepotkan lagi. Tetapi, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan ini sigap.

Melihat tren kasus yang naik kembali di tetangga negara, seperti Malaysia dan Singapura, Jakarta mengantisipasinya dengan memaksimalkan kegiatan di hulu dan di hilir.

Untuk di hulu, Anies meminta jajaran lebih ketat menerapkan peraturan di lapangan dan menyiapkan mereka untuk bersiap menghadapi kondisi terburuk.

Yang tak kalah penting juga adalah memaksimalkan vaksinasi warga. Saat ini sudah ada 3 juta lebih warga yang terlindungi vaksin. Dan di hilir Pemprov DKI Jakarta menyiapkan layanan kesehatan dan infrastruktur kesehatan. Bahkan menyiapkan pilihan untuk menggunakan rusun atau fasilitas publik lainnya untuk menjadi tempat isolasi mandiri.

Gelombang mudik ke daerah menjadi salah satu faktor tingginya penyebaran COVID-19 kali ini. Meski sebenarnya, Pemerintah Pusat dan juga DKI Jakarta telah memerintahkan agar masyarakat menahan keinginan untuk mudik pada perayaan lebaran tahun ini. Namun upaya tegas itu sulit membendung keinginan yang kuat dari para pemudik. Hasilnya, kini kita mendapatkan kenyataan pahit.

Toh begitu bukan saatnya lagi menunjuk dan mengutuk kesalahan–yang mungkin kita ikut andil di dalamnya. Hanya ada satu yang patut dipetik dari semua ini, yaitu kembali belajar dan mengambil hikmah, serta menghindari semua kesalahan yang pernah terjadi.

Meski demikian, yang tak kalah penting bagi kita saat ini adalah menggaungkan semangat untuk bangkit. Setahun kemarin warga Jakarta dan bangsa ini telah menunjukkan ketangguhannya dalam melawan pandemi ini.

Ekonomi tengah sempoyongan bahkan mendekati lumpuh. Banyak perusahaan melakukan efisiensi demi kelanjutan usahanya. Di pihak lain, mereka yang putus kerja juga menjadi persoalan baru. Mereka dipaksa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam kondisi yang kurang kondusif.

Namun, warga kota ini sungguh luar biasa. Ketangguhan mereka pun tetap teruji. Warga telah menunjukkan perlawanan. Sektor informal yang selama ini terkenal tangguh menunjukkan keperkasaannya. Mereka terus mendenyutkan ekonomi meski tidak mudah menjalani dalam masa yang sulit ini.

Dari mereka kita belajar bangkit. Karena itu Gubernur Anies mengakomodasi kebangkitan bersama di bidang usaha kalangan kecil menengah atau investasi di kota ini. Atau upaya lain berupa pelatihan kerja serta mendorong penempatan kerja.

Ya, kini saatnya untuk bangkit. Menegakkan kembali disiplin yang kuat terhadap protokol kesehatan harus terus menjadi keseharian. Siapa pun, di mana pun, aturan kesehatan yang sudah disepakati selama ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 harus kembali ditegakkan, bahkan diperketat. Sanksi keras perlu diberikan.

Di saat sibuk memberikan pertolongan pada penyintas Covid-19, dalam waktu yang bersamaan imunitas kolektif lewat vaksinasi harus ditingkatkan demi mencapai herd immunity atau kekebalan komunal bisa terbentuk. 

Semua itu tidaklah mudah. Namun, jika kita semua bertekad untuk bangkit, tentu akan menjadi bahan bakar yang bisa mempercepat keinginan bergerak dalam situasi yang tidak menyenangkan ini.

Pandemi ini sudah terlalu lama meluluhlantakkan kehidupan kita bersama. Saatnya bersama bangkit. Tentu menjadi harapan semua orang, pada tahun depan kelak, perayaan ulang tahun kota ini sudah benar-benar terbebas dari pandemi dan tumbuh menjadi kota yang lebih maju bahkan dari saat sebelum pandemi menyerang. Hal ini bukan hal yang tidak mungkin bagi Jakarta di bawah kepempinan Anies yang menguasai masalah dan terus berikhtiar untuk mencari jalan keluarnya.

Hadi Nugraha, Urban Explorer

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini