Bobol Sekolah Kosong karena Covid, Pencuri Ini Dibikin Pincang Kakinya

Adi Palapa Harahap, iNews · Jum'at 02 Juli 2021 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 608 2434624 bobol-sekolah-kosong-karena-covid-pencuri-ini-dibikin-pincang-kakinya-mwIfQz2i0t.jpg Ronald Martin, pelaku pencurian (Foto: Adi Palapa Harahap)

MEDAN - Seorang pria di Kota Medan, Sumatera Utara ditangkap polisi setelah melakukan pencurian di sebuah sekolah yang kosong karena terdampak penyebaran virus corona. Pelaku yang menyebabkan pihak sekolah merugi lebih dari Rp50 juta terpaksa ditembak polisi karena melawan saat ditangkap.

Pelaku Ronald Martin harus terpincang – pincang ketika dibawa polisi ke Gedung Satreskrim Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan, setelah salah satu kakinya ditembak petugas yang menangkapnya.

Baca Juga:  Nekat Merampok Pakai Pistol Mainan, Pria Ini Babak Belur Dihajar Warga

Polisi terpaksa menembak pencuri yang beraksi di Yayasan Umat Budha Nusantara Indonesia ini, setelah pelaku berupaya melakukan perlawanan kepada petugas yang menangkapnya. Dalam kasus ini, pihak sekolah menderita kerugian hingga lebih dari Rp50 juta, setelah sejumlah mesin pendingin ruangan dan satu unit televisi dicuri pelaku yang memanfaatkan kondisi sekolah yang kosong, semenjak masa pandemi Covid-19.

Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Komisaris Polisi Rafles Marpaung menyebut, dalam kasus ini pelaku beraksi hanya seorang diri, memanfaatkan kondisi jendela sekolah yang dapat dengan mudah dirusak, barang bukti sisa berhasil diamankan satu unit TV Lcd.

Pelaku terbilang sudah cukup lama mengamati kondisi sekolah karena pelaku tinggal tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.

"Pelaku berniat untuk mencari yang ada di dalamnya, sehingga melakukan perusakan dan mengambil barang-barang yang ada," Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga:  Aksi Pencongkel Jok Motor Gondol Uang Puluhan Juta Terekam Kamera CCTV

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini terancam akan dipenjara selama 7 tahun karena dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang–Undang Hukum Pidana tentang pencurian.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini