PAMEKASAN - Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Fathor Rohman melarang pengumuman kematian lewat pengeras suara di masjid karena bisa berdampak psikologis bagi warga.
Tingkat kematian di Pamekasan sedang tinggi-tingginya. Sebuah video amatir merekam kejadian di salah satu desa di Kecamatan Pademawu. Masyarakat sibuk mengantar jenasah dan berpapasan di jalan.
Dalam satu bulan terakhir memang pengumuman kematian di masjid bersahut-bersahutan. Hal tersebut membuat risau Fathor. Setiap hari pengumuman bisa terdengar hingga 7 kali.
Kerisauan itu memuncak setelah sang ibunda juga meninggal dunia beberapa hari yang lalu.
Saat ditemui di kediamannya di Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Fathor bercerita bahwa setiap ada pengumuman kematian di masjid dekat rumah sang ibunda, keadaan sang ibu semakin memburuk. Bahkan sang ibu selalu terlihat kaget dan langsung drop.
“Pengumuman kematian di masjid selalu dalam hitungan menit,” ujar Fathor.
Baca juga: Viral Aksi Vandalisme "Tuhan, Aku Lapar!!" di Tangerang, Polisi: Hanya Aspirasi dan Salurkan Seni
Saat ini memang di pamekasan hampir setiap saat ada pengumuman kematian lewat pengeras suara di masjid. Menurut salah satu pengurus Masjid Nurul Iman di Kelurahan Lawangan Daya, KH Muhellis Asrori, setiap harinya pihak masjid mengumumkan kematian warga hingga tujuh kali.
“Tentu memang membuat khawatir karena tingginya angka kematian,” ujar Asrori.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.