Tak hanya itu, faktor lainnya yang dapat memengaruhi lonjakan kasus yakni relaksasi PPKM yang terkesan terburu-buru sehingga membuat mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Kemudian, kata dia, mesti mewaspadai subvarian Delta AY.4.2. yang sudah terdeteksi di negara tetangga; Singapura dan Malaysia.
"Lalu surveillance kita kurang baik atau kurang bisa menangkap kasus yang sesungguhnya. Jadi kasus yang sesungguhnya mungkin dilaporkan dua hari lalu. Sebenarnya (angka) lebih dari itu karena semua kabupaten/kota mau level satu," kata dia.
Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga atau lonjakan kasus, kata dia, ada sejumlah cara seperti membuat Perda soal wajibnya memakai masker dan tak berkerumun, memperbaiki surveillance dan tak terburu-buru melakukan relaksasi, hingga pendekatan hukum untuk membuat masyarakat taat prokes.
"Kultur kita cepat melupakan. Orang sudah lupa saat itu mendengar kematian akibat Covid-19, orang Indonesia cepat melupakan itu. Lalu memakai masker di kalangan tukang, di pasar baik penjual maupun pembeli, sudah kurang," katanya.
Baca juga: Pentingnya Mengajak Semua Pihak Mencegah Gelombang Ketiga Covid-19
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.