Share

Nahas, Pemuda Ini Dibegal PSK yang Dikencaninya

Era Neizma Wedya, iNews · Rabu 17 November 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 340 2502887 nahas-pemuda-ini-dibegal-psk-yang-dikencaninya-yblcnsVXgM.jpg Ilustrasi PSK (Foto: Reuters)

PALEMBANG - Seorang pemuda berinisial MIR (25), di Palembang, Sumatera Selatan melapor ke polisi setelah menjadi korban begal oleh pekerja seks komersial (PSK) bernisial CHA (21). Ironisnya, PSK yang membegalnya adalah wanita yang dikencaninya.

Kasat Reskirm Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, mengatakan peristiwa pencurian disertai kekerasan dengan modus prostitusi itu terjadi, Kamis 4 November 2021 sekitar pukul 01.30 WIB.

"Kejadian berawal saat korban bersama rekannya berinsial MOA memesan jasa prostitusi kepada CHA dengan kesepakatan harga Rp250 ribu untuk sekali kencan," katanya, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Kawanan Begal Karyawati Basarnas Sebelum Beraksi Nyabu

Setelah bekencan ternyata CHA meminta bayaran tambahan sebesar Rp700 ribu. Saat itu, MIR mengaku tidak memiliki uang, sehingga CHA menggambil ponsel korban sebagai jaminan.

"Korban bersama rekannya kemudian mengambil uang ke ATM, dan kembali ke lokasi untuk menebus ponselnya dari CHA," katanya.

Namun, saat di lokasi sudah ada pelaku berinisial HAP yang merupakan suami dari CHA. Kemudian, mereka terlibat cekcok hingga HAP mengeluarkan pisau untuk melukai korban. 

"Melihat hal itu korban bersama rekannya melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor miliknya," katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas, modus pencurian ini sudah sering dilakukan pasangan suami istri itu. Diketahui motor MIR pun dijual oleh HAP seharga Rp3 juta di Baturaja, OKU.

"Pasutri itu kita amankan secara terpisah. Bahkan CHA diketahui tengah hamil enam bulan ditangkap saat sedang melayani seorang pria di sebuah kamar kos," katanya.

Selain itu, petugas juga mengamankan seorang pelaku lain berinisial MFA (36) sebagai perantara membantu HAP menjual motor ke Baturaja.

Baca Juga: Begal dan Tewaskan Karyawati Cantik, Begini Nasib Eksekutornya di Tangan Polisi

Di hadapan petugas, HAP mengaku sudah menjalani aksi tersebut bersama istrinya sejak mereka menikah 7 bulan lalu. Uang yang diperoleh dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

“Kalau ambil motor sudah dua kali. Tapi kalau ponsel sudah sering karena korban tidak mampu bayar. Uangnya untuk kebutuhan dua anak kami," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini