Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebelum Bantai Pelajar, Gangster Brother Stress Bekasi Ingin Serang Tanjung Priok

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Jum'at, 11 Februari 2022 |13:13 WIB
 Sebelum Bantai Pelajar, Gangster Brother Stress Bekasi Ingin Serang Tanjung Priok
Polda Metro rilis pembunuhan dan pengeroyokan pelajar/ MNC Portal
A
A
A

JAKARTA – Terungkap fakta menarik dalam kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah pemuda di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi sehingga menyebabkan seorang pelajar SMA meninggal dunia.

 (Baca juga: Ini Wajah Angggota Gangster Brother Stress, Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Gangster Brother Stress tersebut membawa senjata tajam ternyata sedang bersiap-siap melaksanakan aksi tawuran di Tanjung Priok Jakarta Utara.

Namun bertemu dengan korban LEH (17) yang sedang mencari hewan peliharaannya yakni kucing. Di kolong mobil yang sedang terparkir di ruko milik FH (19) salah satu tersangka pelaku provokasi.

 (Baca juga: Tragis! Pelajar Tewas Dibacok Usai Diteriaki Maling saat Cari Kucing)

"Oleh tersangka FH ditanya sedang apa, kemudian dijawab sedang mencari kucing. Kemudian tersangka mengamati korban mencari dan tiba-tiba si korban meninggalkan lokasi pencarian dengan menggunakan sepeda motor miliknya," ujar Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/2/2022).

Menurut pengakuan FH, LEH meninggalkan lokasi secara terburu-buru dan memancing kecurigaan. FH (19) dan IA (17) kemudian melakukan teriakan provokasi maling.

Akibat teriakan itu, di dekat jalan yang dilintasi korban ada sekelompok anak muda yang sedang nongkrong dan duduk di taman, sehingga secara bersama-sama mendengar dan melakukan penghadangan.

Mereka yang nongkrong dan duduk di taman tersebut kata Endra Zulpan kebetulan sedang membawa senjata tajam ini. Pasalnya mereka berencana akan melakukan aksi tawuran.

"Jadi kelompok remaja ini akan ada tawuran di Tanjung Priok sehingga mereka melengkapi diri dengan sajam, karena mendengar teriakan provokasi maling dari salah satu tersangka. Mereka menghadang, tanpa banyak bertanya langsung melakukan pengeroyokan, pemukulan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," pungkas Endra Zulpan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus penganiayaan dan pengeroyokan dengan didahului aksi provokasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (11/2/2022).

Akibat pengeroyokan pada 6 Februari 2022 dini hari tersebut seorang pemuda yang sedang mencari kucing berinisial LEH (17) meninggal dunia setelah diteriaki maling dan dianiaya oleh sejumlah pemuda yang kebetulan sedang akan melakukan aksi tawuran dan membawa sajam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement