KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur seringkali mengkritik sesuatu dengan cara khasnya. Tak terkecuali saat Orde Baru berkuasa. Saat itu identik istilah KKN (Kolusi, Korupsi, Nepotisme) di kalangan pejabat yang menjadi momok di tengah pembangunan negara.
Dikutip dari Jabar.nu.or.id, suatu hari, Gus Dur mengatakan bahwa penghuni neraka dan penghuni surga dari kluster Indonesia bermusyawarah. Mereka bersepakat ingin membangun sebuah jembatan yang menghubungkan antara surga dan neraka. Tujuannya supaya mereka bisa bersilaturahim.
Penghuni neraka bergerak cepat menyusun panitia. Mereka juga yang merancang konsep proyeknya. Lain lagi dengan penghuni surga yang terkesan lamban. Konsep rancangannya pun belum dibuat.
Baca juga: Humor Gus Dur: Alasan Rajin Ziarah Makam, Tak Percaya dengan yang Masih Hidup!
Melihat itu, penghuni neraka kesal. "Jembatan kami sudah selesai, kalian kok belum melakukan apa-apa!?" ujar perwakilan penghuni neraka.
"Lah, bagaimana kami mengerjakan pembangunan jembatan? Wong pimpinan proyek, pemborong sampai menteri-menterinya di neraka semua," ujar salah satu penghuni surga membalas protes para penghuni neraka.
Sejarah membuktikan, ketika Gus Dur menjabat, tak ada sama sekali permainan uang di istana. Keluarga dan lingkaran dalamnya tidak ada yang main-main proyek atau jual jabatan.
Sumber: Buku ‘Gus Dur: Kisah-Kisah Jenaka dan Pesan-Pesan Keberagaman’
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.