Share

Sekumpulan Kera Liar 'Teror' Warga Pakis Malang, Makanan Hingga Kabel Telepon Jadi Sasaran

Avirista Midaada, Okezone · Senin 23 Mei 2022 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 519 2599038 sekumpulan-kera-liar-teror-warga-pakis-malang-makanan-hingga-kabel-telepon-jadi-sasaran-4ZwuZV95Hc.JPG Wilayah yang sering muncul kera liar (Foto MPI)

MALANG - Sekumpulan kera liar 'meneror' warga di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kera liar ini berasal dari Taman Wisata Wendit yang berada di desa mereka.

Pantauan MNC Portal pada Senin sore (23/5/2022) kera-kera yang berjumlah ratusan ini masuk ke perkampungan warga di Gang Anoman RT 4 RW 4 Mendit Barat, Desa Mangliawan. Kera-kera ini berkelompok dengan satu kelompoknya bisa mencapai puluhan ekor. Dimana mereka terdiri dari beberapa kelompok yang berasal dari Wisata Pemandian Wendit.

Kera-kera ini memanjat sejumlah bangunan milik warga. Tampak kelompok kera ini melintas di tembok belakang bangunan PDAM Kota Malang yang berada di Wendit. Mereka berukuran bervariasi mulai dari yang kecil masih bayi hingga induknya yang besar sekitar tingginya satu meter.

Candra Wahyudi, warga Gang Anoman Mendit mengakui serangan kera liar menjadi yang terparah akhir-akhir ini. Bahkan teror kera liar itu telah terjadi sejak awal puasa hingga hari ini. Diduga kera-kera liar yang berhabitat di Taman Wisata Wendit itu kelaparan sehingga mencari makan ke perkampungan warga.

"Sebelumya nggak kayak gini sejak saya lahir sampai sekarang baru kali ini terparah. Dulu ya ada yang ke perkampungan tapi jumlahnya nggak banyak, ya 10an ekorlah, ini bisa ratusan ekor. Itu mulai sebelum puasa sampai hari ini masih," kata Yudi, sapaan akrabnya.

Yudi mengatakan, sebagai warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan Wisata Pemandian Wendit hal itu cukup meresahkan. Pasalnya kera-kera yang diduga kelaparan ini tak segan - segan merebut barang bawaan yang disinyalir makanan.

"Pernah sampai masuk rumah ngambil makanan dan nasi, terus ngerusak atap ya genteng - genteng itu kan melorot semua akhirnya, kan untuk lompat-lompatnya monyetnya. Makanya ini saya ganti aluminium dan asbes biar nggak melorot kalau dilompati, belum lagi kabel - kabel penerangan jalan ini putus karena dibuat gantungan," ungkapnya.

Sementara itu Ketua RT 4 RW 4 Antok menyatakan, tercatat ada 27 KK yang terdampak di wilayahnya. Selain di wilayah RT 2, dari laporan Ketua RT lainnya ada setidaknya 2 RW yang terdampak.

"Disini ada tiga 3 RT yang kena, RT 2, 3, 4 itu sampai jalan ke industri, total empat RW sama yang baratnya Wendit itu," tuturnya.

Akibat ulah kera liar itu Antok mengungkapkan, warga banyak yang melaporkan kerusakan atap rumahnya terutama di bagian gentengnya. Bahkan makanan kerupuk yang sempat dijemur di depan rumah juga turut dibawa sang kera.

"Njemur kerupuk karak itu dibawa kan lupa mau dimasukin. Yang jelas makanan itu diambil terus tanaman hias yang dipelihara warga selama pandemi hancur semua ya. Tanaman hias yang ada kelapa dan bonsai itu dibawa lari," jelasnya.

Selain atap rumah dan tanaman, kabel - kabel listrik PLN dan kabel milik Telkom juga jadi sasaran amukan kera. Kabel-kabel itu bahkan sampai putus saat dijadikan gelantungan monyet.

"Ini kabel-kabel IndiHome putus lagi padahal kemarin baru dibetulin, terus itu kabel listrik penerangan juga. Kemarin di tiang listrik itu dikasih runcing - runcing di atas tiang, biar monyetnya nggak manjat," bebernya.

Dirinya berharap pengelola Taman Wisata Wendit bisa bertanggung jawab, karena selama ini belum ada upaya dari pengelola Taman Wisata Wendit untuk menghalau kera-kera liar itu masuk ke permukiman warga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini