Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Percepat Respon Pandemi di Masa Depan, WHO Bentuk Panel Baru

Agregasi VOA , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2022 |16:23 WIB
Percepat Respon Pandemi di Masa Depan, WHO Bentuk Panel Baru
Pandemi virus Covid-19 yang menyebabkan banyak korban meninggal (Foto: AP)
A
A
A

JENEWA - Dewan Pengurus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (30/5/2022) sepakat membentuk komite baru untuk membantu percepatan respon WHO terhadap kondisi darurat kesehatan seperti Covid-19.

WHO dikritik terkait penanganan pandemi COVID-19, termasuk kecepatan tanggapannya terhadap kasus-kasus awal yang mungkin telah menyebabkan keterlambatan pendeteksian sehingga berkontribusi pada penyebaran virus tersebut. Sebagian pakar penyakit mengatakan bahwa berbagai pemerintahan di dunia dan WHO harus mengindari terulangnya kesalahan langkah awal dengan penyebaran penyakit lainnya, seperti cacar monyet.

Resolusi yang disahkan dengan suara bulat oleh Dewan Eksekutif beranggotakan 34 orang tersebut, dalam pertemuan tahunan itu disepakati akan membentuk Komite Tetap baru untuk Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Tanggapan Darurat Kesehatan guna membantu mengatasi beberapa kekurangan yang dirasakan.

 Baca juga: WHO: Wabah Cacar Monyet Diyakini Tak Akan Menjadi Pandemi

Pertemuan-pertemuan resmi WHO terkadang dilakukan dengan jeda beberapa bulan, namun di bawah inisiatif yang baru, komite baru itu akan langsung melakukan pertemuan setelah direktur jenderal WHO menyatakan Situasi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) – keputusan yang memicu seruan pendanaan ekstra, langkah-langkah kesehatan masyarakat tambahan serta serangkaian rekomendasi yang ditujukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

 Baca juga: WHO: Wabah Cacar Monyet Bisa Dikendalikan

“Ini mungkin salah satu titik terlemah dalam pandemi terakhir ini, di mana negara-negara anggota atau badan pemerintahan tidak memiliki kesempatan untuk berkonsultasi langsung setelah PHEIC pandemi terakhir diumumkan,” kata Clemens Martin Auer dari Austria, yang mengajukan resolusi itu, kepada Dewan Eksekutif.

Ia menambahkan, komite baru itu juga akan melakukan pengawasan terhadap program darurat kesehatan WHO pada hari-hari biasa untuk memastikan program itu layak.

“Saya rasa komite tetap itu akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari arsitektur global baru dalam kondisi darurat kesehatan,” tambahnya.

Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris dan Jepang merupakan beberapa co-sponsor inisiatif tersebut.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement