Share

Pakai Identitas Palsu, WN Myanmar Ditangkap Imigrasi di Riau

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Senin 27 Juni 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 340 2618803 pakai-identitas-palsu-wn-myanmar-ditangkap-imigrasi-di-riau-Ezj5yDyyFW.jpg Illustrasi (foto: freepick)

PEKANBARU - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil),Riau mengamakan seorang Warga Negara Myanmar. Warga berinisial YNM diamankan karena mengunakan identitas palsu.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd Jahari Sitepu mengatakan, tersangka tertangkap oleh petugas Imigrasi pada bagian loket penerimaan berkas permohonan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI/Paspor) karena dicurigai sebagai WNA yang akan membuat paspor.

โ€œKita berhasil mengamankan WN Myanmar itu pada saat dia melakukan permohonan berkas paspor. Tersangka melampirkan dokumen kependudukan Indonesia yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran dan buku nikah. Semua dokumennya tidak sah atau palsu,โ€ kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Jahari kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

ย BACA JUGA:Dirjen Imigrasi Deportasi MT, Tersangka Penipuan Dana Bansos ke Jepang Hari Ini

Jauhari menjelaskan, bahwa tersangka memiliki dokumen yang dikeluarkan oleh UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) Malaysia yang menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan pencari suaka asal Myanmar.

Dia melanjutkan, setelah dilaksanakan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi, terhadap yang bersangkutan dinaikkan status pemeriksaan menjadi penyidikan. Saat ini tersangka ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi selama 20 hari kedepan terhitung dari tanggal 23 Juni sampai 12 Juli mendatang.

ย BACA JUGA:Bantu Polisi Jepang Buru Buronan, Polri Sinergi dengan Imigrasi

Dengan adanya kejadian ini, Kepala Kanwil Kemenkumham Riau berpesan kepada seluruh imigran di Indonesia, terkhusus bagi pengungsi dan pencari suaka agar selalu bersikap baik dan mentaati seluruh aturan yang berlaku serta tidak membuat kegaduhan di negeri ini.

"Kami sadari bahwa pengungsi dan pencari suaka yang ada di Riau ini sudah tidak sabar untuk dipindahkan ke negara ketiga. Ikuti saja aturannya, jangan coba-coba melawan hukum. Begini jadinya kalau melanggar, tersangka langsung kita pidanakan,โ€ terang Jahari.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sementara itu, Kepala Kanim Bagansiapiapi, Agus Susdamajanto, menambahkan bahwa pria Myanmar ditahan karena telah memberikan data yang tidak sah atau keterangan tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Republik Indonesia.

"Sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dalam pasal 126 huruf C, maka tersangka akan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp500juta," tegasnya.

Dia menjelaskan, bahwa tersangka selama ini yang tinggal di daerah Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Rokan Hilir sejak tahun 2020 sudah memiliki istri dan anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini