Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Agar Ciptakan SDM Berkualitas, Jokowi Minta Jarak Melahirkan Diatur

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |16:44 WIB
Agar Ciptakan SDM Berkualitas, Jokowi Minta Jarak Melahirkan Diatur
Presiden Jokowi/ Foto: Biro Setpres
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap kepada para ibu-ibu untuk tidak mempunyai anak setiap tahunnya. Menurut Jokowi, dalam mempunyai anak orang tua harus mengatur jarak dan memprioritaskan pendidikan terlebih dahulu.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tahun 2022 di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Kamis (7/7/2022).

 BACA JUGA:Buntut Kasus Anak Kiai Cabul, Kabareskrim Sarankan Orangtua Tarik Putra-Putrinya dari Ponpes Shiddiqiyyah

Awalnya Jokowi bertanya kepada para tamu undangan yang hadir termasuk di dalamnya Ara pegawai BKKBN, apakah diperbolehkan memiliki anak lebih dari satu.

"Jadi ibu-ibu, ini boleh mempunyai anak satu?" tanya Jokowi.

"Boleh," jawab peserta.

"Anak dua boleh?" tanya Jokowi lagi.

"Boleh," jawab peserta.

 BACA JUGA:Hasil 16 Besar Malaysia Masters 2022: Hajar Wakil Thailand, Fajar Alfian/Rian Ardianto Segel Tiket Perempatfinal

"Anak tiga boleh? Boleh atau enggak boleh tiga?" tanya Jokowi lagi.

"Boleh," jawab peserta.

"Bener boleh?" Jokowi menimpali.

Berapapun anaknya, Jokowi meminta orang tua harus mengatur jarak. Tidak bisa melahirkan begitu saja setiap setahun sekali, Jokowi meminta para orang tua memikirkan masa depan anak.

"Bener boleh, tapi jaraknya diatur, lebih dari tiga tahun, harus lebih dari tiga tahun, jangan tiap tahun punya anak, lebih dari tiga tahun diatur. Sehingga, ibu sudah pulih , gizinya baik, boleh mempunyai anak lagi dan paling penting menyiapkan pendidikannya agar menjadi SDM generasi penerus yang berkualitas," katanya.

 BACA JUGA:Duh! Kasat Reskrim Polres Jombang Disiram Kopi Panas saat Hendak Tangkap Bechi

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada kepala daerah untuk dapat memanfaatkan lahan agar digunakan sebagai produksi pangan sehari-hari. Pangan tersebut bisa memberikan asupan gizi bagi anak-anak.

"Penting sekali, karena anak-anak kita di hari ini penentu wajah masa depan Indonesia. Kalau anak-anak kita pintar-pintar, cerdas kita bersaing dengan negara lain itu mudah, tapi kalau anak kita stunting, gizinya enggak baik, nutrisinya enggak tercukupi, ah sudah nanti ke depan bersaing dengan negara-negara lain akan sangat kesulitan," ungkapnya.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement