“Para pekerja ini tidak diberikan makan yang cukup, jadi hanya pekerja yang rajin saja yang diberikan makan itupun terbatas. Sehingga keadaannya cukup memprihatinkan dan menderita. Banyak juga yang meninggal dunia karena kelelahan dan sakit terkena malaria,” paparnya.
Jejak kekejaman romusha ini diabadikan melalui sebuah monumen di kawasan Terowongan Niyama yang dinamakan Monumen Sukamakmur. Monumen ini sendiri dibuat bersama rekonstruksi Terowongan Niyama tahun 1986, untuk mengenang para korban romusha pembuatan parit dan terowongan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.