Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Ingin Kader Berjuang untuk Rakyat, Sekjen Gerindra: Kasus Anggota Dewan Palembang Jadi Pelajaran

Natalia Bulan , Jurnalis-Senin, 29 Agustus 2022 |10:08 WIB
Prabowo Ingin Kader Berjuang untuk Rakyat, Sekjen Gerindra: Kasus Anggota Dewan Palembang Jadi Pelajaran
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/Istimewa
A
A
A

TEGAL- Partai Gerindra telah memberhentikan Anggota DPRD Kota Palembang Sukri Zen secara tidak hormat setelah ditetapkan melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dan telah melanggar kode etik partai atas perlakuan kekerasan terhadap soerang wanita yang videonya viral beberapa waktu lalu.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa Gerindra tidak menotolelir setiap tindakan kekerasan, apalagi tindakan itu bertentangan dengan aturan hukum pidana.

Itu sebabnya Gerindra dengan cepat mengambil keputusan kepada yang bersangkutan untuk diberhentikan dengan tidak hormat baik dari status anggota dewannya dan keanggotaan partai.

“Kasus Palembang kita cepat bertindak. Karena hal seperti ini akan menjadikan perjuangan kita menjadi berat. Jangan ada kader yang menghambat kemenangan Prabowo presiden karena tindakan-tindakan yang melanggar hukum,” kata Muzani saat menghadiri konsolidasi dengan pengurus PAC dan DPC Gerindra Brebes, Tegal, dan Kota Tegal di Tembok Lor, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (28/8/2022).

Muzani menegaskan, kader Gerindra harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat seperti yang selama ini diajarkan oleh Prabowo.

Kader Gerindra, kata Muzani, harus memberikan kontribusi terbaik untuk kesejahteraan rakyat. Bukan melakukan tindakan kekerasan yang bisa mencoreng nama baik partai.

“Tidak boleh ada lagi anggota Gerindra yang bertindak melakukan kekerasan seperti di Palembang kemarin. Itu adalah yang pertama dan yang terakhir. Kita tidak ingin semangat kita memenangkan Prabowo Presiden Gerindra Menang tergerus akibat ulah satu dua orang anggota partai. Partai akan bertindak tegas terhadap orang yang melakukan cara-cara seperti itu,” ujar Muzani yang juga Wakil Ketua MPR itu.

Muzani menjelaskan, Partai Gerindra saat ini tengah berjuang untuk menjadikan bangsa Indonesia kuat dan disegani dunia internasional.

Perang Rusia dengan Ukraina berimplikasi terhadap adanya ancaman nyata krisis pangan dan energi yang dihadapi setiap negara di dunia.

Itu sebabnya, kata Muzani, setiap insan kader Gerindra harus berkontribusi yang baik kepada masyarakat dan negara demi penguatan persatuan dan kesatuan di tengah ancaman tersebut.

“Sebagai partai terbesar kedua, Partai Gerindra memiliki tanggung jawab untuk terus berupaya membangun dan memajukan negara kita. Kita harus terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini sudah dibangun dengan baik,” jelas Muzani.

“Itulah tujuan kita berkumpul di tempat ini, memenangkan Prabowo jadi presiden dan memenangkan Gerindra dalam Pileg mendatang. Namun, jangan ada kesombongan dalam perjuangan. Seperti perasaan kita telah kuat dan menang, padahal pilpres dan pileg belum dimulai. Kesembongan hanya menjadi awal kelemahan kita untuk memenangkan Prabowo presiden. Itu tidak boleh terjadi perjuangan kita kali ini,” tutur Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.

(Natalia Bulan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement