BOJONEGORO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mencatat selama Januari hingga Agustus tahun 2022 ini, tercatat ada 272 warga yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD), dari jumlah tersebut 2 diantaranya meninggal dunia, sedangkan data bulan September ini masih dalam tahap rekapitulasi.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bojonegoro, dr Whenny Dyah Prajanti menghimbau, agar masyarakat terus waspada, karena serangan nyamuk aedes aegypti ini sebenarnya tidak mengenal musim, selama masih ada sarangnya seperti lingkungan yang tidak bersih atau ada endapan air, disitu berpotensi nyamuk berkembang biak.
“Rata-rata yang terserang merupakan anak-anak, atau usia 8 – 15 tahun,” ungkapnya, jumat (30/9/2022).
BACA JUGA:Musim Hujan, Kasus DBD di Tangsel Melonjak
Selain menghimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, untuk menekan serangan nyamuk tersebut, Dinkes Bojonegoro juga mengerahkan petugas juru pemantau jentik (Jumantik), kader jumantik tiap desa meminta agar setiap keluarga ada 1 orang jumantik.