JAKARTA - Penyakit gangguan ginjal yang dipicu pada obat sirup saat ini masih marak terjadi hingga memicu para orangtua merasa cemas. Tak sedikit pula yang merasa enggan untuk minum obat ketika sakit.
Dekan Sekolah Farmasi ITB, I Ketut Adnyana, mengatakan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam mengatasi masalah ini. Dalam hal ini, profesi apoteker dan dokter menjadi tumpuan utama.
“Jika terjadi seperti kondisi sekarang ini, masyarakat diharapkan mencari sumber informasi yang tepat seperti kepada apoteker dan dokter agar tak terjadi misinformasi,” kata Prof Ketut dalam program Special Dialogue Okezone.
Ia menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh Kemenkes terkait memberhentikan layanan peredaran obat sirup sudah cukup konservatif. Jika ada anak yang memerlukan obat tersebut dapat dialihkan mengkonsumsi tablet, puyer, kapsul atau tablet yang sudah dihancurkan.
Terkait hal tersebut, ia pun sudah bergerak untuk melakukan tindak penelitian yang lebih komprehensif bersama ikatan IAI dan LSM.
Lebih lanjut Prof Ketut memberikan penekanan bahwa masyarakat dituntut cerdas dalam menanggapi situasi ini. Salah satunya dengan melakukan diskusi dengan sumber yang tepat dan terpercaya seperti praktisi kesehatan.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.