JAKARTA - Dekan Sekolah Farmasi ITB Profesor I Ketut Adnyana turut menyoroti kasus gagal ginjal yang terjadi belakangan di Indonesia. Ia turut prihatin dan menyayangkan hal tersebut terjadi pada usia anak.
“Tentunya saya berharap kasus ini segera berakhir atau dalam artian lain sampai tidak lagi menyebabkan kematian,” ucap Prof Ketut dalam Special Dialog Okezone.
Lebih lanjut ia mengatakan telah melakukan penelitian yang lebih komprehensif bersama IAI dan LSM sesuai arahan Presiden Jokowi. Hal ini guna untuk mengetahui akar dari permasalahan yang menyebabkan penyakit gagal ginjal ini muncul secara misterius.
Menurutnya, kasus gangguan ginjal akut disebabkan oleh lebih dari satu faktor atau multi faktor. Artinya, bukan saja disebabkan oleh obat sirup yang diduga terkandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Faktor tersebut bisa berasal dari infeksi-infeksi yang ditularkan selama masa pandemi yang tak kunjung selesai ini. Selain itu, ia mengatakan adanya kesalahan pola makan yang mempengaruhi pola hidup.
“Akar permasalahannya ini perlu dikaji lagi. Apakah dari masyarakat itu sendiri, infeksi dari pandemi atau memang murni berasal dari obat-obatan yang dikatakan sudah substansial,” imbuhnya.
Prof Ketut menambahkan bahwa obat-obatan yang sudah substansial itu dapat ditelusuri asalnya. Diketahui untuk bidang farmasi sendiri tentu sangat ketat dalam pembuatan obat tersebut sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia memerlukan adanya penelitian lebih lanjut dengan melibatkan beberapa stakeholder dan pihak yang sudah ahli dalam bidang ini.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.