Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag Minta Jajarannya Maksimalkan Pelayanan Publik dengan Tansformasi Digital

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 22 November 2022 |22:00 WIB
Menag Minta Jajarannya Maksimalkan Pelayanan Publik dengan Tansformasi Digital
Gus Yaqut (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya di Kementerian Agama untuk fokus dalam memperbaiki layanan publik dan menghindari setiap kecurangan (fraud) dalam pengadaan barang dan jasa, sesuai amanah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pertama, layanan publik yang belum maksimal sesuai harapan masyarakat. Kedua, isu kecurangan (fraud) yang ditengarai masih terjadi dalam layanan publik, pengadaan barang serta praktik transaksional dalam mutasi promosi jabatan," ujar Yaqut dilansir Antara, Selasa (22/11/2022).

Pernyataan itu disampaikan Yaqut saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Jakarta.

Yaqut menyampaikan, dirinya sangat peduli terhadap perbaikan layanan publik di Kementerian Agama. Banyak layanan di Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, mulai sejak seseorang lahir hingga meninggal.

Baca juga: Menag Ajak Umat Doakan, Sholat Ghaib, dan Tahlil untuk Korban Gempa Cianjur

"Katakanlah seperti masalah pernikahan, rujuk, masalah pencatatan wakaf, pelayanan haji, pembinaan rumah ibadah, dan pendidikan keagamaan. Jadi ketika masyarakat kecewa dengan layanan yang kita berikan, dengan mudah masyarakat memberikan penilaian terhadap Kementerian Agama," kata dia.

Baca juga: IJTI dan Kemenag Gelar Fellowship Jurnalis Bahas Penguatan Moderasi Beragama

Ia menyebut bahwa masalah yang dihadapi di Kemenag sudah sedemikian menumpuk. Karena itu, dia berharap, seluruh aparatur Kemenag saat ini tidak menjadi bagian dari masalah di Kemenag, tapi menjadi bagian solusi dari Kemenag.

Yaqut mengaku hingga saat ini lembaga yang dipimpinnya belum optimal menjawab keluhan masyarakat lantaran masih bekerja dengan cara-cara konvensional dan belum terbiasa dengan layanan digital.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement