Share

Pria Ini Nekat Modifikasi Truk untuk Angkut BBM Bersubsidi

Awaludin, Okezone · Selasa 29 November 2022 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 519 2716631 pria-ini-nekat-modifikasi-truk-untuk-angkut-bbm-bersubsidi-bEgvdqyylD.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

SIDOARJO - Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo Jawa Timur menangkap seorang pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dengan cara modifikasi kendaraan pengangkutan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan di salah satu SPBU di wilayah Waru, Sidoarjo.

"Petugas berhasil menyita satu unit truk tahun 1984 warna kuning, tiga tandon warna kuning dengan satu tandon berisi solar sekitar 788 liter dan dua tandon dalam keadaan kosong serta uang tunai Rp4.640.000," ujarnya saat temu media di Mapolresta Sidoarjo, seperti dilansir dari Antara, Senin (28/11/2022).

Ia mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berasal dari laporan masyarakat yang melaporkan sebuah truk dicurigai menyalahgunakan BBM bersubsidi.

"Dan didapati sebuah truk dimodifikasi diberi tandon untuk menampung BBM bersubsidi bio solar di SPBU Waru," ujarnya.

Ia mengatakan, petugas menangkap satu orang tersangka berinisial A asal Krajan, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Ia mengatakan, pelaku adalah sopir truk yang menyalahgunakan pengangkutan niaga solar bersubsidi, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan kembali dengan cara dipindahkan muatannya ke truk yang dibawa Y.

"Dari hasil pemeriksaan A mendapatkan upah dari Y yang saat ini masih daftar pencarian orang (DPO) sebesar Rp300 ribu setiap kali bongkar muat dilakukan," ujarnya.

Atas kasus ini, Lanjut dia, pelaku diancam dengan Pasal 40 angka 9 UU No. 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja sebagai perubahan atas Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Yaitu menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini